Doa Online Serentak Unnes Pecahkan Rekor

Salah satu mahasiswi mengikuti sambutan dies natalis Unnes ke-55 dan Lustrum XI oleh Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman lewat live streaming. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peringatan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes) ke-55 dan Lustrum XI, Senin (30/3/2020) dilaksanakan dengan cara berbeda. Ya, di tengah pandemi Covid-19, Unnes terpaksa membatalkan kegiatan upacara dan memilih melaksanakan doa serentak dengan sistem daring (online). Kegiatan doa serentak lewat online itu pun mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

Yang menarik, penghargaan itu juga diserahkan secara live streaming oleh Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka kepada Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum sebagai pemrakarsa Doa Online Serentak bersama segenap civitas akademika.

“Unnes tercatat telah mendapatkan 18 kali rekor dari Leprid. Untuk memeringati Dies Natalis ke-55 dan Lustrum XI, Unnes kembali  meraih rekor Leprid nomor 575 berupa kegiatan Doa Online Serentak Bersama,” kata Paulus Pangka lewat live streaming, Senin (30/3/2020).

Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka menunjukkan penghargaan yang diserahkan kepada Unnes. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

Doa serentak dipimpin Maulana Habib Luthfi Bin Yahya dari Pekalongan. Habib Luthfi mendoakan untuk keselamatan, kejayaan, dan syukuran Unnes. Doa juga diperuntukkan bagi semua warga Indonesia agar selamat dari musibah Covid-19 yang sedang melanda saat ini.

“Kebijakan ini diambil untuk mendukung kebijakan pemerintah atas social distancing atau physical distancing karena merebaknya virus korona,” kata Fathur Rokhman.

Ia menjelaskan, Unnes tetap perlu menyampaikan laporan tahunan yang disajikan dalam video live streaming mulai pukul 10.00 agar bisa disaksikan dari rumah masing-masing sebagai pertanggungjawaban dan amanah dari masyarakat.

“Meski dilakukan secara online atau daring, tidak mengurangi ke khidmatan pelaksanaan dies natalis. Doa yang dipimpin Habib Lutfhi diharapkan bisa dikabulkan Allah SWT,” harapnya.

Mengangkat tema Unnes Unggul untuk Indonesia Maju adalah sebuah gambaran target ke depan Unnes agar bisa memperbesar kontribusi bagi bangsa. Dikatakan Fathur, kemajuan yang diraih dijadikan modal ke depan untuk menyukseskan progam Kampus Merdeka.

“Salah satunya adalah mengajukan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sesuai kebijakan Kemendikbud RI. Juga memfasilitasi mahasiwa untuk bisa mengikuti di program studi lain, universitas lain, dan program magang di dunia usaha dan industri,” paparnya.

Sebelumnya, Unnes telah berhasil  mengembangkan sistem pembelajaran daring  atau online yang dinamai Elena. Program pembelajaran ini lebih fleksibel, efektif dan efisien tanpa harus melakukan tatap muka. “Kemajuan lainnya adalah bidang penelitian dan pengabdian masyarakat masuk dalam klaster mandiri,” katanya.

Fathur mencontohkan,  pada pengabdian masyarakat, Unnes fokus dalam memutus mata rantai penyabaran virus korona. Salah satunya dengan membentuk  pusat informasi korona melibatkan ahli kesehatan, ahli mikrobiologi, dan epidemolog. Selain itu, dosen dan mahasiswa bahu-membahu memproduksi hand sanitizer dan masker yang dibagikan gratis.

“Unnes juga memberikan literasi tentang penyakit dan virus korona agar masyarakat waspada dan tidak panik,” ujarnya. (den/aro/bas)





Tinggalkan Balasan