Belajar Daring melalui Technology Integrated Classroom

695
Pembelajaran melalui online dilakukan Sekolah Semesta Semarang secara langsung dan teritegrasi. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Diperpanjangnya masa belajar dirumah selama pademi Covid-19 sampai pertengahan April, membuat SD, SMP 2 Semesta non boarding dan SMA Semesta Bilingual Boarding School memanfaatkan program Technology Integrated Classroom. Program ini diterapkan dalam pembelajaran via daring dari rumah siswa.

“Program ini dibuat untuk memaksimalkan perkembangan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran,” kata Guru Sekolah Semesta Semarang, Sri Widowati, kemarin.

Setiap siswa di sekolah Semesta, lanjut dia, telah menggunakan laptop yang terbuhung dengan jaringan internet disetiap kelas. Selain itu juga ada papan tulis digital yang menjadi tempat guru untuk menjelaskan materi pelajaran.

“Fasilitas ini merupakan fasilitas unggulan di Sekolah Semesta Semarang, siswa dan guru memiliki aplikasi google classroom, quizlet , quizizz, serta aplikasi belajar lainnya,” tuturnya.

Pembelajaran yang dilakukan selama dirumah saat pemdemi korona ini, setiap siswa yang dipulangkan dari asrama juga membawa laptop dan buku pelajaran. Untuk pemberian materi menggunakan aplikasi google classroom.

“Guru juga meakukan tatap muka dengan menggunakan aplikasi zoom. Dengan aplikasi tersebut guru bisa menjelaskan materi dan berdiskusi secara langsung dengan para siswa,” kata iskandar selaku GM Sekolah Semesta.

Iskandar menambahkan pembelajaran daring memiliki segi positif, yaitu siswa lebih fokus memperhatikan penjelasan guru. Sebab kesadaran para siswa akan waktu yang terbatas, membuat guru tidak begitu sulit untuk mengkondisikan kelas agar tetap kondusif. “Guru dituntut untuk menyampaikan inti dari materi yang diberikan karena terbatasnya waktu,” tambahnya.

Selain itu, pihak sekolah juga menggandeng orangtua murid agar pembelajaran daring bisa sukses dilaksanakan. Ia menuturkan jika wali murid juga diwajibkan untuk mengisi kuesioner tentang pembelajaran online setiap hari. “Tujuannya adalah pihak sekolah dapat mengontrol para siswa agar pembelajaran dirumah ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (den/bas)





Tinggalkan Balasan