Digelar Sederhana, Melasti jadi Momentum Instropeksi Diri Hadapi Korona

Umat Hindu Kota Semarang saat melakukan Upacara Melasti di Pantai Marina, Minggu (22/3/2020). (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Upacara Melasti digelar sederhana di Pantai Marina, Kota Semarang, Minggu (22/3/2020) pagi. Prosesi  menyambut Hari Raya Nyepi ini hanya diikuti sebanyak 14 umat.  Kondisi tersebut tak lepas dari penerapan social distancing atau pembatasan pengunjung guna mencegah penularan Covid-19. Meski hanya diikuti belasan orang, upacara berlangsung khidmat.

Dalam ritual itu, umat Hindu mengenakan pakaian khas Bali warna putih. Mereka duduk bersila menghadap ke laut melantunkan doa dengan khusyuk. Umat Hindu juga mengambil air suci dan melepaskan seekor bebek di laut.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang Nengah Wirtadarma mengatakan, biasanya upacara Melasti selalu diikuti ratusan umat dari berbagai kabupaten/kota di Jateng. Tapi, dalam kegiatan kali ini jumlah peserta dibatasi hanya diikuti 14 umat.

“Setelah ada instruksi pemerintah terkait pencegahan wabah virus korona, semua kegiatan keagamaan yang mengundang keramaian mulai dibatasi. Sebenarnya ada banyak umat yang mau mengikuti upacara Melasti ini,” katanya.

Dikatakan, upacara Melasti ini merupakan upacara penyucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Menyikapi kondisi saat ini, umat Hindu Dharma Kota Semarang juga melakukan doa khusus. Diharapkan wabah korona saat ini bisa segera selesai.

“Wabah korona atau Covid-19 ini bagian dari peringatan. Diharapkan ini menjadi momentum umat melakukan instropeksi diri. Sehingga pada saat Nyepi bisa melaksanakan brata penyepian, tidak pergi kemana-mana, tidak mengumbar hawa nafsu, dan bisa mereduksi sifat amarah serta angkara murka,” harapnya. (hid/aro/bas)

Tinggalkan Balasan