Tak Sediakan Hand Sanitizer, Kendaraan Dilarang Ikut Uji KIR

407
Petugas Dishub Kota Semarang memberikan penyemprotan cairan disinfektan kepada peserta uji KIR (17/3/2020) . (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus korona juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. Salahsatunya dengan penyemprotan cairan disinfektan kepada semua kendaraan yang tengah uji KIR.

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan selain penyemprotan terhadap kendaraan uji KIR, petugas pelayanan juga meminimalisir kontak fisik secara langsung. “Sesuai imbauan Pak Wali, pelayanan kita tetap buka seperti biasa. Namun kita ada pembatasan seperti tidak bersentuhan secara langsung,” ujar Endro, Selasa (17/3/2020).

Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas kepada kendaraan uji KIR, baik di bagian luar maupun dalam. Pantauan dilokasi pengujian yaitu gedung B Dishub Kota Semarang, petugas melakukan penyemprotan di semua sisi. Tidak ada yang terlewat setiap sisi kendaraan untuk disemprot cairan disinfektan.

Dikatakan Endro, penyemprotan sudah efektif dilakukan sejak Senin (16/3/2020) kemarin. Hal itu pun akan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Menunggu peringatan waspada virus Korona selesai. “Setelah selesai imbauan waspada, sudah tidak ada lagi untuk penyemprotan,” katanya.

Selain itu, pada setiap peserta uji KIR, pihak Dishub Kota Semarang juga meminta kendaraan dilengkapi dengan hand sanitizer (HS). Bagi kendaraan yang tidak dilengkapi HS, maka tidak diperkenankan untuk melakukan uji KIR. “Khususnya untuk kendaraan berpenumpang umum seperti bus, taksi,” katanya.

Pihaknya memberikan surat edaran Nomor 55.7/4454/III/2020 kepada semua pengelola kendaraan angkutan masal. Isi dalam surat edaran tersebut garis besarnya yaitu supaya kenyediakan HS di dalam kendaraan. Selain itu, juga pihak pengelola memberikan edukasi kepada sopir tentang virus Korona dan bagaimana pencegahan. Sopir juga diminta menggunakan masker.

Data Dishub Kota Semarang menyebutkan, jumlah kendaraan baik itu moda transportasi umum atau pribadi yang melakukan pengujian sudah 45.918. Endro pun yakin dengan pola edukasi kepada masyarakat yang dilakukan pihaknya tersebut akan meminimalisir persebaran virus Korona. (ewb/bas)

Tinggalkan Balasan