Dikira Ulah Kucing, Ternyata Pertanda Rumah Roboh

Warga membersihkan puing puing bangunan atap rumah yang roboh. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebuah rumah di Jalan Dworowati VI RT 1 RW IX Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, roboh. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/3/2020) pukul 10.30. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Rumah tersebut dihuni oleh Suwarno, 35, bersama istri dan dua anaknya.  Menurut Suwarno, sebelum roboh, ia melihat ada rontokan batu bata di dalam rumah. “Awalnya pas saya di rumah dengar suara kretek-kretek di bagian atas, ada semacam rontok bata. Tapi saya belum berpikiran apa-apa,” ungkapnya kemarin.

Tidak menaruh curiga, Suwarno lantas menemui tetangganya di luar rumah. Saat itu istrinya memberi kabar jika ada suara gemuruh di atap rumah. “Istri saya bilang, Pak kok ada suara glodak-glodak, saya kira kucing atau apa tapi kok gak ada. Terus saya lihat tembok depan kok agak miring ke depan,” katanya.

Melihat hal tersebut dan khawatir akan terjadi sesuatu, kemudian Suwarno berteriak supaya istri, anak dan cucunya keluar dari rumah.”Kemudian anak sama cucu terus saya suruh keluar semua. Kemudian meja kaca di depan saya ambil, tau-tau (atap) ambrol. Untungnya sudah pada keluar semua,” terangnya.

Suwarno mengatakan, rumah yang ambrol memang jarang ditempati. Karena keluarganya tidur di rumah sebelah yang roboh. Setiap harinya, rumah tersebut lebih aktif dipakai untuk memasak dan tempat penyimpanan barang. “Di sini saya ngontrak, baru sebulan menempati. Kalau yang punya sudah meninggal tapi anaknya tinggal di Jepara,” jelasnya.

Suwarno mengatakan malam sebelum kejadian wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. “Mungkin sudah lapuk atau gimana saya kurang tau,” pungkasnya. (mha/zal/bas)

 





Tinggalkan Balasan