Reruntuhan Candi di Bekas Peternakan Ayam Dikaji Tim Regnas

840

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tim Registrasi Nasional (Regnas) Cagar Budaya Kota Semarang bersama Dinas Pariwisata Kota Semarang mengunjungi situs Candi Tempel di Dusun Tempel Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Kota Semarang Rabu (4/3/2020). Kedatangan mereka untuk mendata dan mengkaji sejumlah batuan yang diduga reruntuhan candi di era Mataram Kuno abad 8-10 masehi.

Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Kota Semarang Hariyadi Dwi Prasetyo menjelaskan, di lokasi yang merupakan bekas peternakan ayam petelur tersebut terdapat sejumlah batuan reruntuhan candi yang tidak terawat. Tim Regnas Cagar Budaya Kota Semarang bersama komunitas Dewa Siwa datang untuk mendata benda-benda yang diduga cagar budaya tersebut. “Nanti akan kita kaji lebih lanjut untuk tindakan yang akan dilakukan,” jelas Hariyadi.

Tim Regnas Cagar Budaya Kota Semarang bersama Komunitas Dewa Siwa mengukur sejumlah batuan candi di situs Candi Tempel Mijen. (Pratono)

Secara nyata, memang terlihat jelas sejumlah batuan yang mirip bagian sebuah candi. Di lokasi tersebut terdapat yoni yang relatif masih utuh. Yoni merupakan bagian penting dari candi Hindu. Yoni merupakan simbol dari Dewa Siwa. Biasanya yoni akan berpasangan dengan lingga yang dipasang bada lubang bagian ayas yoni. Sejumlah kemuncak candi juga terlihat bertebaran di sejumlah titik. Kemudian empat batuan bundar yang diduga umpak.

Tim juga mendata arca berbentuk sapi atau biasa disebut arca Nandi. Sayangnya arca ini sudah tidak utuh lagi. Bagian kepala sapi sudah patah tapi masih ada di dekat badannya. Nandi merupakan hewan tunggangan Dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Batuan lain yang berserakan juga menunjukkan adanya pola tertentu. Biasanya itu merupakan bagian dari dinding candi. (ton/bas)





Tinggalkan Balasan