Pertama di Indonesia, Obat HIV Diproduksi di Semarang

203
RESMI BEROPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Kepala BPOM RI Penny K Lukito memotong rangkaian melati sebagai simbol diresmikannya PT Sampharindo Retroviral Indonesia Kamis (27/2). (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMI BEROPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Kepala BPOM RI Penny K Lukito memotong rangkaian melati sebagai simbol diresmikannya PT Sampharindo Retroviral Indonesia Kamis (27/2). (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perusahaan farmasi di Kota Semarang, PT Sampharindo Retroviral Indonesia (SRI) mulai produksi obat HIV. Beroperasinya PT SRI ditandai dengan opening ceremony yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny Kusumastuti Lukito di Gedung PT SRI, Jalan Tambakaji Timur V nomor 50, Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (27/2/2020).

Direktur Utama PT SRI M Syamsul Arifin mengatakan, ada lima jenis obat yang diajukan ke BPOM. Sedangkan sebagai tahap awal, baru dua jenis obat yang diproduksi. “Sebagai tahap awal kami produksi dua jenis obat. Izinnya sudah keluar. Yakni Telado dan Telavir,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pengobatan HIV/Aids adalah ketersediaan produk yang sangat jarang dan mahal harganya. Padahal, lanjutnya, mengatasi HIV/Aids harus dengan pengobatan rutin.

“Akibatnya, dari sekitar 600 ribu pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen saja yang ditangani dan menjalani pengobatan,” imbuhnya.

Hadirnya PT SRI diharap dapat meningkatkan jumlah penderita yang terobati, sehingga mencegah penularannya.

Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito menyerahkan secara langsung sertifikat izin edar kedua jenis obat tersebut. Hal itu merupakan bukti kemudahan perizinan yang diberikan BPOM.

“Karena memang ini tugas kami. Sejalan dan sesuai dengan janji pemerintah yang berkomitmen untuk memudahkan investasi. Seperti diketahui, perusahaan ini merupakan hasil kerja sama dengan investor luar negeri. Maka kami berikan kemudahan akses perizinan,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada BPOM yang telah memberi percepatan dan kemudahan perizinan. Ia berharap hadirnya PT SRI dapat menyelesaikan masalah kesehatan di Jateng.

“Ini kaitannya dengan SDM berkualitas yang dikejar presiden. Saya kira itu tidak hanya dikejar lewat pendidikan, tetapi juga kesehatan. Semoga PT SRI maju dan jaya. Jika ke depan diganggu pungli dan korupsi, lapor ke saya,” tegasnya. (nra/zal)

Tinggalkan Balasan