Malaysia Belajar Pengelolaan Sampah di Semarang

91
JADI JUJUGAN: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama dengan delegasi Kota Muar Johor Malaysia usai berdiskusi kemarin. (Humas Pemkot Semarang)
JADI JUJUGAN: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama dengan delegasi Kota Muar Johor Malaysia usai berdiskusi kemarin. (Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kota Semarang kerap menjadi jujugan kota lain dalam hal penataan kota maupun aspek pembangunan lainnya. Setelah beberapa hari sebelumnya, DPRD DKI Jakarta berkunjung ke Kota Semarang terkait penanganan banjir, Kamis (27/2/2020) giliran Majlis Perbandaran Kota Muar Johor Malaysia melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah itu. Rombongan yang berjumlah 30 orang tersebut ingin belajar tentang perencanaan kota, penanganan banjir dan pengelolaan sampah di Kota Semarang.

Delegasi Kota Muar Johor Malaysia yang terdiri atas Anggota Dewan, Departemen PU dan PNS diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Situation Room, kompleks balai kota, didampingi OPD terkait.

Ita, sapaan akrab, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, Kota Semarang dan Johor Malaysia merupakan saudara serumpun, sehingga mempunyai banyak kesamaan. “Misalnya banyak kawasan yang mirip karakteristiknya. Sehingga tidak salah bisa hadir di Kota Semarang,” ujar Ita.

Ita juga menjelaskan terkait pengelolaan sampah di Kota Semarang yang sudah terintegrasi dan mencakup hulu sampai hilir. Di tingkat hulu yaitu dari tingkat rumah tangga pengelolaan dilakukan dengan Bank Sampah. Di mana ibu-ibu rumah tangga akan mengolah sampah. Sampah organik menjadi pupuk dan yang anorganik menjadi barang kerajinan, seperti tas, tempat duduk dan sebagainya. Hal tersebut didukung dengan Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Sampah Plastik. “Dengan peraturan ini maka harapannya akan mengurangi sampah plastik seperti botol kemasan plastik, sedotan, kantong plastik,” terang Ita.

Sementara pengelolaan sampah di tingkat hilir berada di TPA Jatibarang, Mijen. Ada landfill, PSEL, Komposting. Yang terbaru Pemerintah Kota Semarang menerima OBC yang merupakan tahapan PSEL. “Ini merupakan salah satu program strategis nasional, bagaimana sampah dikelola sehingga bisa menjadi energi listrik,” jelas Ita.

Sementara itu, menurut pimpinan delegasi Kota Muaro Mohammad Hurudin bin Samuri, Semarang adalah kota yang baik dari segi perencanaan, penanggulangan banjir dan pengelolaan sampah. “Karena itu kami datang ingin belajar dari Kota Semarang,” ujarnya.

Dalam bidang perencanaan Kota Semarang meraih Juara 1 tingkat nasional perencanaan pembangunan. Sementara pada pengelolaan sampah dan kebersihan, Kota Semarang mendapat penghargaan sebagai Kota Wisata terbersih se-Asia Tenggara.

Delegasi Malaysia juga mengunjungi Sekolah Alam Ar Ridho di daerah Meteseh, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Mijen, Bank sampah Resik Becik Krobokan, Kampung Pelangi dan terakhir di Kawasan Kota Lama. (*/zal)

Tinggalkan Balasan