Dekap Anak, Cari Perlindungan

169
TANPA ATAP : Rumah milik Suparman di Jalan Madukoro 3 yang roboh bagian atapnya. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANPA ATAP : Rumah milik Suparman di Jalan Madukoro 3 yang roboh bagian atapnya. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Musim penghujan disertai angin kencang yang terjadi baru-baru ini mengakibatkan berbagai musibah. Sebuah rumah di Jalan Madukoro 3, RT 4 RW 1 Kelurahan Krobokan, Semarang Barat yang dihuni tiga keluarga mengalami roboh bagian atapnya, Senin (24/2) sekitar pukul 03.40 WIB.

Rumah tersebut milik Suparman, 68, yang setiap harinya berjualan soto di daerah Ngaglik Lama, Kecamatan Gajahmungkur. Pada saat peristiwa terjadi, di dalam rumah masih ada tiga orang yang sedang tidur di kamar, yakni Teguh Prasetyo serta anak dan isterinya. Sedangkan saudaranya tidur di kamar lain yang tidak roboh.

“Ketika bangun tidur sekitar jam 03.30, kedengaran suara kaya gemuruh, terus roboh. Itu pas gerimis. Begitu dengar suara itu langsung dekap anak saya, mencari tempat aman yang ada ram-raman sama isteri saya,” ungkap Teguh di lokasi kejadian, Senin (24/2).

“Takutnya kalau langsung keluar kejatuhan apa, genting atau kayu. Begitu semua dirasa aman, kita baru keluar dievakuasi. Saya sama anak dan isteri berada di dalam sekitar setengah jam berlindung di dalam,” lanjutnya.

Terlihat, rumah yang atapnya runtuh tersebut terbuat dari papan kayu. Berukuran sangat kecil, teras depan kurang lebih 10 meter kali 3 meter. Ruangan tengah, sepanjang kurang lebih 10 meter kali 3 meter, dan ruangan tidur 3 meter kali 10 meter. Papan atau kayu bangunan tersebut sudah banyak yang lapuk dan terdapat bekas dimakan hewan rayap.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Iman Sudiyantoro mengatakan tidak adanya korban jiwa dalam musibah ini. “Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian materiil. Itu kan bangunan tua, ya diduga sudah lapuk,” jelasnya. (mha/ton)





Tinggalkan Balasan