Rem Blong, Truk Hajar Truk dan Pemotor

279
TERGULING : Truk molen ringsek setelah terguling dan menindih hingga meninggal dunia satu korban bermotor di Jalan Sriwibowo VIII Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan, Rabu (19/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGULING : Truk molen ringsek setelah terguling dan menindih hingga meninggal dunia satu korban bermotor di Jalan Sriwibowo VIII Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan, Rabu (19/2). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pengemudi truk molen bernopol L 9960 UG yang mengalami kecelakaan hingga terguling di Jalan Sriwibowo VIII Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan telah diamankan kepolisian. Kecelakaan yang merenggut nyawa pemotor ini diduga akibat fungsi rem truk tidak berfungsi alias blong.

“Ya, rem tidak berfungsi, blong. Sopirnya sudah kami amankan, untuk dimintai keterangan. Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/2) kemarin.

Pengemudi truk molen diketahui bernama Teguh Suryono, warga Kadek Kadilangu Kangkung Kabupaten Kendal. Sedangkan korban adalah pengendara motor bernama Yatno alias Landak, 50, laki-laki pekerja bengkel radiator warga Jalan Borobudur Barat Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan. “Korban meninggal di lokasi kejadian. Tubuh korban tertimpa bodi kepala truk (truk molen),” katanya.

Informasi di lapangan, kecelakaan ini bermula saat truk molen melaju di Jalan Dalam Kawasan Industri Candi (KIC) dari arah barat menuju timur atau mengarah ke Jalan Gatot Subroto sudah dalam keadaan tidak terkendali. Kemudian, truk menabrak dump truck di depannya yang akan belok ke kiri menuju Jalan Raya Gatot Subroto.

“Begitu keluar KIC, nabrak dump truck dari belakang, kena bagian kiri sampai spionnya rusak. Memang dari atas jalannya sudah kenceng banget, remnya blong,” kata laki-laki yang enggan disebutkan namanya.

Setelah menabrak dump truck, truk molen masih terus melaju hingga menyeberang Jalan Gatot Subroto. Beruntungnya, saat kecepatan kencang tidak ada kendaraan yang melintas di lokasi tersebut. “Tadi ada orang naik motor dari utara, begitu ada teriak-teriak langsung berhenti sampai jatuh. Nah terus truk nabrak gapura dan kemudian terguling menimpa pengendara motor,” katanya.

Saksi lain, Ahmad, mengatakan sama. Truk molen melaju hingga menyeberang jalan menabrak gapura gang masuk Jalan Sriwibowo VIII. Setelah sepuluh meter menabrak gapura, truk baru berhenti lantaran terguling. Nahasnya, dari arah berlawanan korban yang memboncengkan istrinya mengendarai motor Honda Supra H 3547 BY.

“Pengendara motor itu pas mau keluar gang, lha pas terguling langsung menimpa korban yang masih di atas motor. Kalau istrinya langsung loncat turun ketika melihat di depannya ada truk molen, sempat ditarik sama orang disitu pas nyari pakan burung (kroto). Istrinya histeris,” bebernya.

“Korban sebetulnya sedang ngobatke istrinya, terapi. Tahu-tahu mengalami musibah ini,” kata Kusno.

Pantauan di lapangan, tubuh korban dan motornya, tertindih bodi bagian depan atau kepala truk. Proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan, melibatkan tim SAR gabungan di antaranya Polrestabes, Damkar, Polsek, Koramil, SARDA Kota Semarang berjalan sangat dramatis. Setelah upaya kurang lebih 1 jam, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUP dr Kariadi. Sementara, bangkai truk masih terguling membentang menutup jalan dan menunggu dilakukan evakuasi. “Kondisi korban tertimpa bodi truk. Proses evakuasi menggunakan alat etrikasi. Sedangkan untuk membuka akses evakuasi mengangkat bodi truk dengan ram jack hydrolis,” kata Kepala Basaras Semarang, Yahya. (mha/ida)





Tinggalkan Balasan