Bangunan Tua di Kulitan Roboh, Satu Tewas

348
Bangunan tua di Jalan Kulitan, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah runtuh dan menimpa bapak dan anak. (Nurchamim)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Atap bangunan tua di Jalan Kulitan, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah runtuh dan menimpa bapak dan anak, Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 04.30. Akibat kejadian ini, sang bapak bernama Sugeng, 59, meninggal di lokasi.

Sedangkan anaknya Tomi Yulianto, 25, yang tidur bersebelahan dengan korban, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka di beberapa bagian tubuh.”Yang bapaknya meninggal. Kalau anaknya luka-luka, tadi sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkap tetangga korban, M Fachri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Fachri membeberkan, pada saat peristiwa terjadi wilayah tersebut diguyur hujan sejak Rabu (19/2/2020) Sore hingga Kamis (20/2/2020) Pagi ini. Sedangkan korban malam hari tidur berada dibawah bagian teras yang dibuat untuk ruangan kamar. Tiba-tiba atap bangunan tersebut runtuh sekitar pukul 04.30.

“Ada suara gemuruh kurang lebih sampai satu menit. Suaranya kenceng banget. Nah pas runtuh itu menimpa dua orang, bapak dan anak itu,” kata laki-laki yang tinggal bersebelahan rumah dengan korban.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung mengecek tempat kejadian Kamis (20/2/2020) Pagi. (Nurchamim)

Lebih lanjut Fachri menambahkan, bangunan yang runtuh tersebut merupakan rumah tua yang digunakan untuk sarang walet. Korban sebenarnya bertempat tinggal di belakang bangunan tersebut Bersama istrinya, Suwarni, 51.

“Korban menempati bangunan sudah puluhan tahun. Sebenarnya rumah tinggalnya dibelakangnya. Itu bangunan milik orang, ya memang sudah lama disitu, dulu yang menempati Pak Marjo, ayahnya Bu Warni, kemudian Pak Sugeng nikah sama Bu Warni,” pungkasnya.

Terlihat, keluarga korban masih berduka. Para tetangga korban juga memasang tenda duka untuk proses pemakaman. Bahkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang mendengar kabar ini juga langsung mendatangi lokasi kejadian memberikan bantuan kepada keluarga korban. (mha/bas)

Tinggalkan Balasan