Ita Ajak Gayamsari Wegah Nyampah

181
KURANGI SAMPAH PLASTIK : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi salah satu stan inovasi pada acara Gayamsari Wegah Nyampah, belum lama ini.(Humas Pemkot Semarang)
KURANGI SAMPAH PLASTIK : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi salah satu stan inovasi pada acara Gayamsari Wegah Nyampah, belum lama ini.(Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,- Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak warga Gayamsari untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Ajakan tersebut untuk mengimplementasikan Perwal nomor 27 tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik.

“Saya tunggu komitmen Pak Camat dan warga masyarakat. Harus sudah memulai, jangan ada lagi sedotan sekali pakai, plastik sekali pakai atau minuman kemasan sekali pakai,” ungkap Ita, sapaan akrab wakil wali kota saat menghadiri acara Gayamsari Wegah Nyampah bersama KKN UPGRIS beberapa waktu lalu di kantor Kecamatan Gayamsari.

Menurutnya, sampah plastik sekali pakai akan menimbulkan masalah kesehatan lingkungan sehingga memerlukan daur ulang lebih lanjut. “Sampah plastik itu susah terurai, maka membutuhkan daur ulang. Perlu dibuatkan bank sampah per kelurahan sehingga nantinya akan menjadi hasil kerajinan atau handycraft,” pesan Ita.

Sampah organik menurutnya dapat diolah menjadi kompos atau pupuk. Sedangkan sampah anorganik dapat digunakan untuk kerajinan tangan.

“Kecamatan Gayamsari ini nantinya sebagai salah satu tujuan wisata. Maka dengan upaya ini, menjadikan lingkungan Gayamsari lebih nyaman bagi wisatawan” ungkap Ita.

Sejumlah wisata seperti Masjid Agung Jawa Tengah serta BKT berada di kecamatan ini, sehingga memerlukan perhatian dan komitmen warga untuk menjaga lingkungannya.

“Kami berkomitmen mengurangi sampah yang dimulai dari masing-masing keluarga dulu, baru nanti ke tetangga sekitar, ke kelurahan, kemudian kecamatan dan Kota Semarang ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ita juga mengapresiasi langkah UPGRIS yang telah memilih kecamatan di Kota Semarang sebagai lokasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Terima kasih karena tahun ini UPGRIS menyelenggarakan KKN di beberapa kecamatan.

Dengan adik-adik melakukan pengabdian, maka bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat Gayamsari,” tuturnya.
Hal tersebut diakui Ita sebagai perkembangan yang baik. Karena beberapa tahun lalu, sejumlah universitas di Kota Semarang justru melakukan KKN di luar Semarang.

“Kalau KKN tidak usah jauh-jauh. Bantulah lokasi di sekitar mahasiswa ini bersekolah sehingga ilmunya dapat diterapkan di wilayah Kota Semarang,” ungkap Ita di hadapan sejumlah mahasiswa dan Wakil Rektor IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo M.Si.Dalam acara deklarasi Gayamsari Wegah Nyampah tersebut, para mahasiswa juga memamerkan hasil kriya mengolah sampah plastik menjadi kerajinan seperti tas, celengan dan wadah lampu. Melalui rangkaian ini, diharapkan Gayamsari menjadi lebih peduli terhadap penggunaan sampah plastik. (ewb/zal)





Tinggalkan Balasan