Guru Dituntut Tingkatkan Kompetensi

232
PENGEMBANGAN DIRI: Peserta pelatihan penulisan artikel populer di media massa berfoto bersama Kepala SMKN 1 Semarang F Budi Santosa, Kepala SMKN 1 Tuntang Ardan Sirojuddin dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. (ISTIMEWA)
PENGEMBANGAN DIRI: Peserta pelatihan penulisan artikel populer di media massa berfoto bersama Kepala SMKN 1 Semarang F Budi Santosa, Kepala SMKN 1 Tuntang Ardan Sirojuddin dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Guru zaman now jangan hanya duduk di belakang meja dan mengajar di kelas saja. Namun juga harus terus meningkatkan kompetensinya. Di antaranya, dengan aktif mengikuti diklat dan workshop untuk pengembangan diri. Juga aktif dalam penulisan publikasi ilmiah. Sebab, sudah menjadi kewajiban guru sekarang untuk syarat kenaikan pangkat harus menghasilkan karya ilmiah, baik dalam bentuk penelitian ilmiah, artikel ilmiah, maupun artikel ilmiah populer yang dimuat di media massa.

Kepala SMK Negeri 1 Semarang F Budi Santosa SPd MSi saat memberikan motivasi kepada para guru peserta pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di media massa yang digelar di SMK Negeri 1 Semarang, Sabtu (15/2) mengatakan, di sela mengajar, guru juga harus melakukan pengembangan diri. Tentu saja, yang terkait dengan tupoksi dan mapelnya. Selain itu, harus menghasilkan karya tulis ilmiah. “Jadi, jangan berhenti mengajar saja. Tapi, harus terus meningkatkan kompetensinya. Nanti kalah sama siswanya,” kata mantan Kepala SMKN 1 Kaligondang, Purbalingga ini.

Anggota Tim Penilaian Angka Kredit (PAK) Kota Semarang ini mengaku sudah membuktikan sendiri. Berkat publikasi ilmiah, dirinya cepat naik pangkat. Bahkan, dirinya termasuk guru berprestasi yang diangkat menjadi kepala sekolah. “Saya sudah ditugaskan sebagai kepala sekolah di beberapa sekolah pinggiran. Di sana saya selalu membangun. Sekarang baru beberapa bulan menjadi Kepala SMKN 1 Semarang yang bangunannya sudah sebesar ini. Saya tinggal melakukan penataan,” ujar mantan guru akuntansi SMEA Negeri 1 Purbalingga.

Pelatihan yang digelar Jawa Pos Radar Semarang bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Tuntang, Kabupaten Semarang ini diikuti 110 peserta, mulai guru SD, SMP/MTs hingga SMA dan SMK. Tak hanya guru asal Kota Semarang, tapi juga dari luar kota, seperti Kabupaten Semarang, Tegal, Kendal, Demak, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga dan lainnya.

Menurut Kepala SMKN 1 Tuntang Ardan Sirojuddin, modal awal dalam menulis artikel ilmiah populer itu harus percaya diri dan optimistis dulu. Sebab, bila di awal sudah ragu dan tidak pede, bisa jadi semua ide dan gagasan yang sudah di otak bakal melayang begitu saja, dan artikel yang diharapkan tak kunjung jadi. “Jadi, bapak-ibu guru jangan minder dulu atau tidak percaya diri dengan artikel yang dibuat. Pokoknya, semangat ya,” ujarnya.

Pelatihan ke-79 ini juga menghadirkan narasumber Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. Dalam kesempatan itu, Arif menjelaskan tentang strategi guru menulis artikel populer di media massa. Termasuk artikel yang bisa dinilai oleh Tim PAK untuk syarat kenaikan pangkat.

“Syarat utama artikel untuk kepentingan PAK minimal ada tiga, yakni tema artikel sesuai tupoksi penulis, baik sebagai guru, kepala sekolah atau pengawas. Lalu, tema artikel sesuai mapel dan ada unsur pembelajaran ke siswa, dan yang ketiga isi artikel harus menyebutkan minimal sekali nama sekolah penulis. Insya’ Allah kalau itu terpenuhi, artikel akan dinilai,” jelasnya. (aro)

Tinggalkan Balasan