Inovasi Rumah Sakit untuk Masyarakat

89
INOVATIF : Ketua Komisi E Abdul Hamid dan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo saat Dialog Parlemen “Rumah Sakit Tanpa Dinding di Jawa Tengah” di Hotel Normans, Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF : Ketua Komisi E Abdul Hamid dan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo saat Dialog Parlemen “Rumah Sakit Tanpa Dinding di Jawa Tengah” di Hotel Normans, Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah mulai menggencarkan program rumah sakit tanpa dinding. Gebrakan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang maju tanpa sekat dalam hal pelayanan kesehatan.

Rumah sakit tanpa dinding itu arti kiasan, bukan arti sebenarnya. Maksudnya tidak ada sekat-sekat dan melakukan upaya kesehatan yang bersifat promotif preventif. Yaitu mencegah jangan sampai masyarakat itu sakit.

“Ini program bagus dan sebagai upaya agar rumah sakit terus berivonasi dan bisa menyelesaikan masalah kesehatan di Jateng,” kata Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid dalam Dialog Parlemen “Rumah Sakit Tanpa Dinding di Jawa Tengah” di Hotel Normans, Semarang.

Ia menambahkan, secara prinsip program dari Pemprov Jateng harus didukung. Secara kelembagaan, DPRD Jateng sebagai mitra kerja Pemprov Jateng tidak mempermasalahkan program tersebut sepanjang bermanfaat buat masyarakat. “Ini program bagus untuk mengembalikan fungsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng dr Yulianto Prabowo mengatakan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang menginginkan rumah sakit tanpa dinding. Program ini patut didukung dan siap untuk direalisasikan. Selama ini, rumah sakit tanpa dinding lebih banyak dimainkan perannya oleh Puskesmas. “Saat ini Pemprov Jateng masih fokus pada pengembangan tujuh rumah sakit milik Pemprov Jateng terlebih dulu, baru kemudian milik kabupaten/kota dan swasta,” tambahnya.

Yulianto menambahkan, rumah sakit harus lebih proaktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan agar lebih maksimal. Sebab, rumah sakit tidak sekadar mengobati orang sakit, tapi juga bisa mencegah penyebaran penyakit. Baik penyakit menular atau penyakit tidak menular. “Rumah sakit tanpa dinding tidak ada sekat-sekat dan melakukan upaya kesehatan yang bersifat promotif preventif. Yaitu mencegah jangan sampai masyarakat itu sakit,” tambah Yulianto. (fth/ida)

Tinggalkan Balasan