Wujudkan Kampung Pintar melalui Perpustakaan Digital

98
MELEK TEKNOLOGI : Warga RW 10 Kelurahan Purwoyoso pada saat melaksanakan pelatihan pengelolaan website yang dilaksanakan di balai pertemuan warga.(ISTIMEWA)
MELEK TEKNOLOGI : Warga RW 10 Kelurahan Purwoyoso pada saat melaksanakan pelatihan pengelolaan website yang dilaksanakan di balai pertemuan warga.(ISTIMEWA)

RADARSEMRANG.ID, NGALIYAN, – Wilayah RW 10 Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyansiap berkompetisi dalam kategori Kampung Pintar. Wilayah tersebut terkenal dengan kampung perpustakaan digital.

Perpustakaan digital dikelola langsung oleh beberapa admin yang dibentuk langsung oleh Edy Suharyanto, selaku penanggungjawab perpustakaan digital. “Perpustakaan digital ini mencakup beberapa materi yang isinya sesuai dengan usia warga.

Misalnya, anak-anak ingin mengakses, bisa langsung mencari materi mengenai buku anak. Orang tua juga bisa, jadi semua materi lengkap,” tuturnya.

Perpustakaan digital dikelola secara swadaya oleh warga RW 10. Para admin diberikan pelatihan secara rutin yang dilaksanakan di balai RW. “Pelatihannya Rabu atau kadang weekend, yang penting minimal seminggu sekali. Selain ke perpustakaan digital, pelatihan juga mencakup pengelolaan website dengan menu utama yaitu ruang lingkup RW 10, administrasi dan pelayanan warga, dan informasi digital,” imbuhnya.

Materi di dalam perpustakaan digital sangat beragam. Mencakup ilmu pengetahuan, novel dan ilmu agama. Di dalam ilmu pengetahuan, mencakup pula materi tentang bahasa dan sastra, teknik, ekonomi manajemen dan marketing. Dalam materi novel, terdapat sub buku anak, bahasa dan sastra, dan humor. Banyak juga materi yang membahas mengenai teknologi dan komputer, keterampilan, fiksi, komik, buku resep, kesehatan, musik, remaja, budidaya pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan, kamus, pendidikan, dan wirausaha.

Lurah Purwoyoso Patrick Bagus Yudhistira mengungkapkan website yang ada sebagai upaya menampilkan sisi sumber daya manusia untuk membudayakan aplikasi IT dalam kehidupan sehari-hari. “Manfaatnya juga lebih luas dan password sendiri dikelola oleh admin yang dipercaya. Harapannya masyarakat tidak hanya membuka internet yang negatif, tetapi lebih ke arah yang positif. Nantinya, semua hal pelaksanaan kehidupan akan teraplikasikan dalam IT,” jelasnya.

Menurut Patrick, pemanfaatan sistem online juga sebagai prinsip mmebangun generasi hebat untuk 10-15 tahun ke depan. “Untuk menghasilkan output masyarakat secara sumber daya manusia lebih unggul dan efeknya tentu akan lebih baik. Pembenahan dan update informasi kami coba dorong untuk jangka panjang. Sebagai bentuk memaksimalkan potensi yang ada sesuai dengan perkembangan zaman,” jelasnya. (avi/ton)

Tinggalkan Balasan