Musim Pancaroba, Waspadai Sebaran DBD

84
KONTROL PASIEN : Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD KRMT Wongsonegoro Eko Krisnarto saat mengontrol pasien DBD pada Rabu (12/02).(IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONTROL PASIEN : Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD KRMT Wongsonegoro Eko Krisnarto saat mengontrol pasien DBD pada Rabu (12/02).(IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,–Masyarakat diminta mewaspadai sebaran penyakit Demam Berdara Dengue (DBD) di musim pancaroba. Meski angka pasien yang berobat ke RSUD KRMT Wongsonegoro, jumlah pasien menurun dibanding tahun lalu.

Terbukti, pada Januari 2020 jumlah penderita DBD mencapai 115 pasien dan Februari 9 pasien. Sedangkan tahun lalu lebih tinggi, mencapai 135 pasien pada Januari 2019 dan 99 pasien pada Februari 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD KRMT Wongsonegoro, Eko Krisnarto saat melakukan kontrol pasien pada Rabu (12/2). “Saat musim pancaroba seperti ini, justru yang meningkat penderita DBD,” katanya.

Eko mengimbau pada jajaran Puskesmas untuk menjalankan 3M yaitu membersihkan, mengubur dan menguras. Penanganan penyakit ini sama dengan virus lainnya yang harus mengetahui gejala, demam tinggi yang pernah turun, minum obat kemudian naik lagi.

“Biasanya kalau sudah panas lebih dari tiga hari, harus periksa laboratorium, terutama HB, HT dan trombosit. Biasanya yang diserang itu trombositnya. Dia mengalami penurunan trombosit,” imbuhnya.

Sementara itu, pasien yang dirawat di rumah sakit ini lebih banyak berasal dari Demak. Warga Semarang justru jarang. “Namun sekarang yang tersisa dua warga Semarang, dua warga Demak,” tuturnya.

Salah satu orang tua pasien, Dwi Hidayati warga Plamongansari Pedurungan mengatakan anaknya Hapsa Aulia, 9, Senin (9/2) siang dibawa ke UGD. Sebelumnya sudah mengalami sakit demam sejak malam Jumat. (ifa/ida)

Tinggalkan Balasan