Saat Ditemukan, Yoni Dijadikan Meja Jualan

608
CEK YONI : Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya Hariyadi Dwi Prasetyo mengecek kondisi Yoni di lokasi temuan, Rabu (12/2) kemarin.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK YONI : Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya Hariyadi Dwi Prasetyo mengecek kondisi Yoni di lokasi temuan, Rabu (12/2) kemarin.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Benda purbakala yaitu Yoni yang diperkirakan peninggalan dari abad 9 di Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang kondisinya mengenaskan. Warga menaruhnya di depan sebuah gerobag penjual makanan.

Bahkan warga setempat malah mengurugnya dengan tanah. Yang lebih memprihatinkan setelah di balik dan diurug tanah, bagian atasnya di tutup cor. Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya Hariyadi Dwi Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung bertindak ketika beberapa waktu lalu ada laporan dari Komunitas Pecinta Situs Watu Candi. “Setelah mendapat laporan kami langsung kesini dan mengeceknya. Ternyata kondisinya sudah seperti ini,” kata Hariyadi di lokasi temuan Yoni, Rabu (12/2).

Benda bernilai sejarah tinggi itu posisinya tergeletak terbalik di pinggir jalan dan digunakan untuk meja pedagang bolang-baling dan pecel. Dalam segi arkeologi, Yoni merupakan objek yang menjadi pasangan dari Lingga. Lingga merupakan simbol dari Dewa Siwa dan Yoni menjadi simbol Dewi Durga. Lingga menjadi simbol laki-laki, dan Yoni menjadi simbol perempuan, yang dipuja oleh masyarakat beragama Hindu.

Atas temuan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Selain itu pihaknya juga akan menggali lebih banyak lagi data yang bisa diambil dari Yoni tersebut. Apakah benar merupakan peninggalan zaman Hindu Klasik atau justru setelahnya. “Kami masih mencari informasi terkait benda Yoni ini,” katanya.

Informasi di lapangan, Yoni pada awalnya ditemukan oleh Kismariah, seorang pedagang di Jalan Sendangmulyo Raya, RT 6 RW 20, Sendangmulyo. Benda tersebut dibawa oleh suaminya dari daerah Sendangguwo. Sebelum sampai ke tempat saat ini, Yoni yang memiliki tinggi 65 sentimeter dan lebar 80 sentimeter, serta panjang 79 sentimeter itu ditemukan dalam posisi terpendam di dalam tanah di dekat Jalan Tol Wilayah Tandang.

Kini Yoni itu telah dijadikan untuk berdagang pecel bolang-baling dengan posisi dibalik untuk meja penjaja. Sementara itu anggota Komunitas Pencinta Situs Watu Candi, Bambang Murdiyanto menyayangkan meski bentuknya masih utuh, namun bagian Lingga yang jadi pasangan Yoni tak ditemukan. (ewb/ida)

Tinggalkan Balasan