Jaga Netralitas, Awasi Ketat ASN Kota Pekalongan

Pengawasan Pilkada di Kota Pekalongan

105
Koordinaror Divisi Organisasi Sumber Daya Manusia, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Pekalongan.(ISTIMEWA)(Bambang Sukoco/RADARSEMRANG.ID)
Koordinaror Divisi Organisasi Sumber Daya Manusia, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Pekalongan.(ISTIMEWA)(Bambang Sukoco/RADARSEMRANG.ID)

RADARSEMARANG.ID,- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekalongan berupaya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada 2020 ini. Tak hanya melakukan pengawasan ketat, tapi juga memberikan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Norma Sari Yulianingrum dengan Koordinaror Divisi Organisasi Sumber Daya Manusia, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Pekalongan Bambang Sukoco.

Sejauh mana pengawasan jelang Pilkada di Kota Pekalongan?
Kami juga melakukan pengawasan terhadap ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan. Kami juga melakukan sosialisasi kepada para ASN dan perangkat lainnya agar menjaga netralitas saat Pilkada mendatang.

Pernah adakah pelanggaran terkait netralitas ASN?

Sebelumnya kami pernah memproses dua ASN yang ikut serta dalam kampanye. Hal itu tergolong pelanggaran perundang-undangan yaitu tentang disiplin pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga wewenang Bawaslu adalah memberikan rekomendasi kepada komite ASN di Jakarta bahwa dua PNS tersebut tidak netral dan melakukan politik praktis. Setelahnya komite ASN Pusat dapat memproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bagaimana upaya Bawaslu menjaga netralitas ASN?

Kami melakukan upaya pencegahan melalui surat edaran yang kami kirim kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekalongan. Mengirimkan imbauan supaya ASN tidak berpolitik praktis serta tidak boleh menjadi juru kampanye. Kemudian melakukan sosialisasi bersama dengan pemerintah daerah, di antaranya melibatkan Sekda, Polrestabes dan Kejaksaan Negeri. Kami juga melakukan sosialisasi kepada para stakeholder di lingkungan Pemkot Pekalongan.

Kesiapan masyarakat Kota Pekalongan jelang Pilkada?

Dulu, di era tahun 1997-1999 Kota Pekalongan terkenal dengan masyarakatnya yang sumbu pendek dalam menyikapi Pilkada maupun Pemilu. Besar harapan kami, supaya sikap itu tak lagi muncul. Namun dari tahun ke tahun, masyarakat sudah mulai dewasa dan paham atas pilihannnya yang visi misinya sejalan dengan keinginan masyarakat. Masyarakat Kota Pekalongan sekarang lebih cerdas dan tidak mudah menerima berita bohong. Mudah-mudahan sampai hari H pemilihan mendatang situasi masyarakat bisa tetap aman dan terkendali seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Apa yang perlu diwaspadai masyarakat jelang Pilkada nanti?

Kami mengimbau Pemkot Pekalongan dan semua lapisan masyarakat, termasuk aparat penegak hukum, tokoh masyarakat supaya berpikir secara luas bahwa Pilkada merupakan momen penting dalam menentukan nasib Kota Pekalongan ke depan. Masyarakat harus lebih cerdas dalam menilai tentang visi misi calon pemimpin. Kendati terdapat perbedaan pandangan politik mohon bisa menghindari konflik, baik itu horisontal maupun vertikal agar tidak merugikan masyarakat sendiri. (*/ida)

Tinggalkan Balasan