Komisi B DPRD Kota Kunjungi IPA Kaligarang

232
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo bersama segenap anggota Komisi B melihat secara langsung proses produksi air Perumda PDAM Kota Semarang di IPA Kaligarang.(Humas DPRD Kota Semarang)
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo bersama segenap anggota Komisi B melihat secara langsung proses produksi air Perumda PDAM Kota Semarang di IPA Kaligarang.(Humas DPRD Kota Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang kembali melakukan kunjungan ke lapangan. Kali ini yang jadi fokus komisi yang membidangi masalah perekonomian adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kaligarang yang berada di Jalan Kelud Raya tidak jauh dari kantor pusat PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Kunjungan lapangan yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo ini terkait dengan keluhan pelanggan terhadap seringkali air tidak mengalir ketika ada gangguan listrik PLN. Selain Joko Susilo segenap anggota komisi juga ikut hadir seperti Nungki Sundari, Dibyo Sutiman, Adi Subkhan Ifana, Juan Rama, Wiwin Subiyono, Suryanto dan Melly Pangestu.

Seperti diketahui jika ada pemadaman listrik bergilir praktis IPA Kaligarang berhenti produksi karena air tidak bisa naik ke kolam penjernihan. Seringkali pemadaman listrik ini berlangsung cukup lama, mulai dari jam 09.00 hingga 16.00. Tentu saja hal ini mengganggu pelayanan PDAM Kota Semarang pada ribuan pelanggan.

“Sumber air baku IPA Kaligarang berasal dari Sungai Kaligarang, jika listrik mati karena ada pemadaman listrik praktis produksi air bersih terhenti sehingga aliran air ke pelanggan menjadi terganggu,” ujar Joko Susilo.

Komisi B DPRD Kota Semarang ingin agar ada solusi untuk mengatasi pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN. “Memang PLN memberi tahu beberapa hari sebelumnya, sehingga PDAM bisa menyampaikan informasi ke pelanggan akan adanya gangguan air, namun hal ini jangan dibiarkan terus harus ada solusi, jadi ketika listrik mati proses produksi air bersih tetap berjalan,” katanya.

Salah satunya dengan menyediakan sumber energi lain di luar PLN. Seperti sollar cell atau menjadi pelanggan premium PLN sehingga ketika ada pemadaman bergilir, aliran listrik tetap bisa jalan. Semula ada usulan menggunakan tenaga diesel, namun karena kebutuhan energi yang besar, tentu tidak bisa dipenuhi dengan genset. Semangat Komisi B, menurut Joko Susilo adalah ingin agar pelayanan pada pelanggan tidka terganggu kendati ada gangguan PLN.

Apalagi saat ini pelayanan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sudah semakin baik seiring dengan langkah-langkah strategis Wali Kota Semarang bersama jajaran direksi PDAM. “Laporan gangguan air semakin berkurang, memang masih ada yang masuk, namun penanganan yang dilakukan PDAM cukup cepat sehingga bisa diselesaikan,” katanya. (HMS)





Tinggalkan Balasan