Dua Diperkosa, Satu Berhasil Kabur

Dijanjikan Jadi PRT, Gaji Rp 1,5 Juta

351
GELANDANG PEMERKOSA : Petugas kepolisian menggelandang Bodong, warga Jalan Bader Baru Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara yang sudah kali kedua menjadi pelaku pemerkosa gadis pencari kerja.
GELANDANG PEMERKOSA : Petugas kepolisian menggelandang Bodong, warga Jalan Bader Baru Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara yang sudah kali kedua menjadi pelaku pemerkosa gadis pencari kerja.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Susanto alias Santo alias Bodong, 32, warga Jalan Bader Baru Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara, ternyata sudah kali kedua menjadi pelaku pemerkosa gadis pencari kerja. Modusnya sama, menjanjikan pekerjaan dengan upah atau gaji sebesar Rp 1,5 juta rupiah.(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

“Saya ngaku sebagai penyalur PRT (Pekerja Rumah Tangga). Kemudian saya tawari kerja sebagai PRT dengan gaji Rp 1,5 juta,” ungkap tersangka Santo, saat di Mapolrestabes Semarang, Senin (4/2) kemarin.

Menurut pengakuan tersangka, sengaja mencari mangsa melalui akun media sosial Facebook. Akun miliknya menggunakan nama samaran bernama “Yowe Lowe”, dan bergabung grup pencari kerja Loker Semarang. Sedangkan foto di akun FB palsunya tersebut juga dipasang foto palsu.

Dari aksinya ini sudah mendapat tiga korban. Salah satunya SK, 23, warga Kecamatan Pandansugih Kabupaten Brebes. Korban terpedaya dengan dijanjikan pekerjaan, hingga akhirnya diajak ketemuan di Taman Srigunting, Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (27/1).

“Saya pasang foto cewek. Sudah tiga kali ini, Brebes, Manyaran dan Purwodadi. Yang memperkosa dua kali, Brebes sama Manyaran, yang dari Purwodadi (gagal) melarikan diri,” katanya.

Menurutnya, tidak perlu waktu lama untuk mengajak ketemuan korbannya. Korban perempuan dari Brebes yang datang sendirian mengendarai motor hanya perlu tiga hari. Waktu inipun hampir sama dengan korban perempuan dari Manyaran dan Purwodadi.

“Saya Facebook-an tiga hari. Kalau yang Manyaran sekitaran empat hari. Ketemuan di Kota Lama, kemudian saya ajak putar-putar,” terangnya.

Selama berboncengan motor dan putar-putar di Kota Semarang, tersangka Santo terus mengeluarkan bujuk rayu dengan maksud supaya korban terlena. Hingga tak menyadari, korban akhirnya diajak menuju rumah kosong, samping rumah pompa di Jalan Kapten Wiratno, Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.

Terkait korban perempuan asal Brebes ini, tersangka meminta kepada korban supaya tas yang berisi barang berharga dan pakaian ditinggal. Ternyata, tas milik korban dibawa masuk ke dalam rumah kosong, samping rumah pompa. Sedangkan korban diminta tinggal di atas kendaaraan supaya tidak mengetahui.

Setelah itu korban diajak putar-putar dan kembali diajak menuju rumah kosong sekitar pukul 18.00. “Iya itu dekat dengan rumah saya,” katanya.

Ajakan kembali ke tempat tersebut dengan dalih untuk mengambil tas. Dari sini, kemudian korban langsung diancam tersangka dengan menggunakan pisau yang telah dipersiapkan. Merasa takut dan tidak bisa berontak, korban digelandang masuk dan selanjutnya, tangan dan kakinya diikat menggunakan pakaian korban. Kemudian tersangka melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban. Setelah puas, pelaku kabur dengan membawa motor dan barang berharga milik korban.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Maulidin mengatakan, tersangka berhasil ditangkap di daerah Karawang Jawa Barat, Sabtu (31/1). (mha/ida)





Tinggalkan Balasan