UMKM Terkendala Pencatatan Cash Flow

Start Up Jateng Masih 3,5 Persen

263
Emma Rachmawati
Emma Rachmawati

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,  – Sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perusahaan rintisan/start up dan UMKM perlu diangkat. Salah satunya dengan mendorong para pelakunya menuju online.(Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Emma Rachmawati mengatakan, jumlah perusahaan rintisan atau start up di Jawa Tengah belum sesuai harapan. Saat ini, Jawa Tengah baru memiliki sekitar 3,5 persen.

”Masih kalah jika dibandingkan Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Sesuai arahan Pak Gubernur, start up dan UMKM harus dinaikkan dengan diarahkan untuk go online,” ujarnya di kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pihaknya terus berupaya mengarahkan start up dan UMKM menuju online dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. ”Karena saat ini memang eranya sudah harus go online. Sehingga mau tidak mau mereka harus mau untuk diarahkan ke sana,” ujarnya.

”Dalam hal ini, kami fasilitasi para pelaku UMKM dan start up menuju bisnis digital,” imbuhnya.

Selain mendorong go online, pihaknya juga terus mengupayakan untuk memberikan pelatihan. Terutama pada para pelaku UMKM.

Sebab, ia katakan, selama ini masih banyak UMKM yang terkendala dalam catatan keuangannya. ”Kami berikan pelatihan mengenai manajemen keuangannya. Yang sering dikeluhkan memang dalam catatan cash flow,” ujarnya.

Emma menambahkan, dalam hal ini pihaknya menggandeng sejumlah pihak untuk memajukan pelaku start up dan UMKM di Jawa Tengah. Kerjasama untuk mengantarkan UMKM naik kelas, maupun memfasilitasi anak-anak SMK untuk memulai bisnis Start Up nya. ”Termasuk anak-anak membangun start up di musik, lukis dan fotografi,” ujarnya. (sga/ida)





Tinggalkan Balasan