Tak Siap Punya Anak, Suami Minggat

474
ILUTRASI
ILUSTRASI

RADAR SEMARANG.ID, – Hamil duluan menjadi syarat dikabulkannya pengajuan dispensasi kawin pasangan belia. Ini seperti yang terjadi pada pasangan John Dori, 16, dan Lady Sandi, 16. Keduanya terpaksa menikah dini lantaran Lady hamil duluan. Panik jelas iya. Namun John tak kehilangan akal. Ia langsung tanggap untuk mengajukan dispensasi kawin guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hal itu didukung orangtuanya yang tak mau lebih malu, karena anaknya dikeluarkan dari sekolah. Mereka tak mengira John bisa berbuat terlarang seperti itu.

Menunggu kelahiran bayi dengan gelisah. Untung orangtua John cukup berada. Untuk masalah finansial, ia tak kebingungan. Hanya saja, dari sisi sanksi sosial, ia sudah mendapatkan hukuman. Dibully teman-teman sekolah dan tetangganya. Ia mulai dijauhi. Dilihat dengan tatapan sinis. Dibincangkan sana-sini. Maklum ayah John ketua RT. Berita cepat menyebar lewat mulut ke mulut.

Sang anak lahir, kebahagiaan datang meski masih terbalut malu. Perayaan kecil-kecilan dilakukan seperti tasyakuran yang digelar hanya lingkup se-RT saja. Bukan tak mampu mengundang lebih banyak, namun rasa malu masih menghinggap. Anehnya, ternyata niatnya tak serius. Usai sang anak lahir belum ada sebulan, ia meninggalkan Lady dan anaknya. Jelas Lady sangat ambyar. Kacau. Mertua Lady juga bingung. Tak bisa dipungkiri mereka harus kecewa dan sakit hati dua kali. Memang, anaknya memiliki status dalam akta lahir, namun hidupnya jadi berantakan.

“Di akta memang anaknya Mas John, tapi sekarang dia seperti nggak punya bapak,” ujar Lady pilu.

John pasti stres harus menghidupi keluarga kecilnya. Sementara ia belum memiliki pekerjaan dan masih bergantung kepada orang tuanya. Kematangan dalam berpikir mungkin belum ia dapatkan. Untuk itu, ia memilih jalan harus pergi.

Senakal-nakalnya seseorang pasti memiliki cita-cita. Begitupula dengan John yang mungkin ingin mengejar cita-citanya yang sempat terenggut karena perbuatan buruknya. Namun bagi Lady, cara yang ditempuh itu sangat menyakitkan. Ia juga memiliki cita-cita. Semua buyar tatkala ia berani berhubungan terlarang dengan John. Sekolahnya putus. Menanggung anak yang masih bayi. Tidak kerja, dan dijauhi teman-teman. Semua hukuman sosial itu ia dapatkan.

“Aku yang lebih sakit. Masih mengandung. Melahirkan kan butuh perjuangan, eh malah ditinggalin,” ceritanya sedih.

Lady melayangkan gugatan cerai karena sudah tak tahan lagi hidup dengan mertua. Jelas ia tersiksa. Sering menjadi sasaran amarah ibu mertuanya. Ia tak pernah diperlakukan baik. Semua yang terjadi dengan John, Lady yang harus memikul kesalahannya. Ia pun kembali ke rumah orangtuanya. Nasib baik mereka mau menerima Lady dan cucunya.
Karena ada yang mengasuh, Lady bekerja di pabrik. Mau bagaimana lagi, ia hanya memiliki ijazah SMP. Diterima di pabrik sudah beruntung, karena ia juga tak memiliki skill khusus. “Yang penting aku kerja, wis pusing mikir Mas John. Anakku pokoke harus bisa makan,” katanya. (ifa/aro)

Tinggalkan Balasan