Suami Pusing Nyicil Utang, Istri Malah Selingkuh

290
ILUSTRASI: YOGI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ILUSTRASI: YOGI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, – John Dori, 32, terlihat lemas saat tangannya menerima berkas dari petugas Pengadilan Agama Kelas 1A Semarang. Ia tak pernah menyangka bahwa yang dipegangnya adalah akta cerai.

Bermula dari perbuatan istrinya, Lady Sandi, yang bermain belakang dengan pelanggan setianya, pernikahannya pun ambyar.

Keduanya memiliki pekerjaan masing-masing. Lady berjualan kopi, sedangkan John buruh pabrik. Dulu mereka bertemu di warung itu. Warung itu milik ibu Lady yang diwariskan untuknya. Saat itu, Lady masih berusia 18 tahun, sedangkan John sudah 24 tahun. Perbedaan usia itu tak menyurutkan niat keduanya untuk menikah. Setelah lulus SMA, tak lama kemudian Lady dipinang John.

Pernikahan harmonis berjalan selama 4 tahun. Keduanya dikaruniai seorang anak yang kini masih PAUD. Godaan mulai datang. Lady terpikat dengan pelanggannya, Betran. Masih jejaka, tapi sudah relatif tua.

Betran lebih mapan. Sebaliknya, penghasilan John pas-pasan. Sudah begitu, gaji John habis dibuat bayar cicilan. Ada cicilan motor. Cicilan mesin cuci, dan cicilan bank. Setiap Lady minta apapun, jarang dipenuhi. Istri mana yang akan tahan.

Kesal karena jarang dituruti, Lady tergoda dengan tawaran yang diberikan Betran, pelanggan setianya. Kaya banget sih nggak. Tapi, lebih mapan dan masih single. Betran sendiri melihat peluang yang bagus untuk bisa mendapatkan Lady.

Saat emosinya sering naik turun karena kepingin beli ini-itu, Betran datang dengan berbagai tawaran yang menggiurkan. Sebaliknya, John pontang-panting bayar cicilan barang-barang yang dibeli Lady. Istrinya malah asyik bermain gila dengan Betran. Ia tak tahan dengan kelakuannya yang semakin tak terkontrol. Alhasil, pasutri ini akhirnya memutuskan untuk berpisah.
“Mungkin pisah itu jalan yang lebih baik. Untuk apa tak dipertahankan kalau Lady ternyata sudah jalan dengan yang lain,” katanya sedih. (ifa/aro)

Tinggalkan Balasan