Tempel Stiker, PDAM Serap Keluhan Pelanggan

257
TEMPEL STIKER : Dirut PDAM Tirta Moedal Semarang, Yudi Indardo melakukan penempelan stiker di rumah pelanggan, kemarin.
TEMPEL STIKER : Dirut PDAM Tirta Moedal Semarang, Yudi Indardo melakukan penempelan stiker di rumah pelanggan, kemarin.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, –Sebagai bentuk sosialisasi dan update data pelanggan, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Moedal Semarang Yudi Indardo melakukan penempelan stiker di beberapa rumah pelanggan. Penempelan stiker tersebut, sekaligus sebagai sarana komunikasi dengan para pelanggan. Sehingga bisa mengetahui keluhan langsung dari pelanggan.
“Kami melakukan survei dan update data pelanggan PDAM. Tak hanya itu, kami juga memberikan sosialisasi kepada pelanggan,” ujar Yudi, Selasa (21/1).
Ketika mengetahui keluhan dari pelanggan secara langsung, akan berimbas kepada pelayanan. Maka PDAM bisa lebih cepat mengatasinya. Data PDAM Tirta Moedal Semarang menyebutkan jumlah pelanggan mencapai 74.500 orang.
Karena itu, penempelan stiker di rumah-rumah pelanggan PDAM akan dilakukan secara merata. Bahkan di dalam stiker terdapat media sosial yang dapat digunakan pelanggan untuk menyampaikan informasi terkait keluhan.
Di antaranya facebook PDAM Kota Semarang, instagram dan twitter. Tak hanya itu, pelanggan juga bisa menyampaikan melalui whatshapp 0813-4850-0060. “Stiker itu sebagai tanda bahwa pelanggan telah diberikan sosialisasi. Karena PDAM Tirta Moedal benar-benar ingin meningkatkan pelayanan,” tuturnya.
Maka semua media sosial dibuka untuk melakukan evaluasi demi kemajuan pelanggan. Sehingga PDAM Tirta Moedal Semarang bisa langsung memperoleh informasi dari semua pelanggan. Yudi juga mengatakan PDAM Tirta Moedal Semarang mulai selektif dalam memilih dan menambah pelanggannya di 2020 ini.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan, sebagai usaha penyediaan air bersih kepada masyarakat luas. Fokus peningkatan kualitas layanan tersebut dilaksanakan, karena selama ini target produksi air bersih masih belum bisa dicapai secara maksimal.
“Memang ada beberapa aliran air dari sumber artesis atau mata air yang belum lancar. Khususnya di daerah-daerah Selatan Kota Semarang,” katanya. Setidaknya ada sekitar 42 ribuan pelanggan di daerah tersebut.
Namun, hal tersebut coba untuk diatasi dengan berusaha untuk mengoptimalkan atau meningkatkan kapasitas produksi air. Rencananya di 2020, pihaknya akan membangun Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) baru di daerah Pudakpayung dan Muktiharjo.
“SPAM baru ini akan bisa membagi aliran pasokan air, yang tadinya menjangkau wilayah Semarang Barat dan Selatan. Berubah menjadi masing-masing hanya satu wilayah saja,” tuturnya. (ewb/ida)





Tinggalkan Balasan