Angkat Pasar Tradisional Tumbas.in Gandeng Pemkot

256
SASAR PASAR TRADISIONAL : Direktur Utama Tumbas.in Bayu Mahendra Saubig melakukan perjanjian kerjasama dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, kemarin.
SASAR PASAR TRADISIONAL : Direktur Utama Tumbas.in Bayu Mahendra Saubig melakukan perjanjian kerjasama dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, kemarin.

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG, – Berbelanja secara online, sudah menjadi pilihan masyarakat urban termasuk Kota Semarang. Karena itulah, Tumbas.in menggandeng Pemkot Semarang dalam menyediakan aplikasi belanja online yang terkoneksi dengan empat pasar tradisional yang ada di Kota Semarang.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Direktur Utama Tumbas.in, Bayu Mahendra Saubig mengatakan dengan aplikasi ini, masyarakat bisa berbelanja di pasar tradisional melalui smartphone. Maka dengan aplikasi ini, bisa mengangkat pasar tradisional yang kalah bersaing dengan super market, mini market ataupun pasar modern.“Saat ini sudah ada empat pasar yang bisa dijangkau yaitu, Pasar Pedurungan, Karangayu, Peterongan, dan Pasar Bulu,” katanya usai penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di Balai Kota Semarang, Senin (20/1) kemarin.
Meski tergolong baru, aplikasi yang menawarkan kemudahan bagi penggunanya untuk berbelanja melalui smartphone ini ternyata sangat diminati. Sampai kemarin, Tumbasi.n sudah digunakan lebih dari 2 ribu pengguna dan diunduh lebih dari 8 ribu orang lewat Playstore. “Rata-rata ada 50 order setiap harinya, dengan nominal belanja Rp 150 ribu perhari dengan 300 varian produk. Paling banyak dipesan adalah tempe dan sembako,” jelasnya.
Bayu mengaku akan terus memperluas jangkauan. Ia manergetkan pada tahun ini bisa mengkover 10 pasar lagi di Kota Semarang. Untuk cakupan yang bisa dilayani masih di seluruh Kota Semarang, di mana pembelian mencapai Rp 150 ribu tidak akan dikenakan ongkos kirim.
“Jika nilai transaksi tidak lebih dari 150 ribu, akan dikenakan biaya Rp 10 ribu. Tumbas.in juga mengutamakan kualitas barang, jika ada komplain akan kami tukar ke pedagang,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika startup bisnis Tumbas.in diharapkan bisa meningkatkan omzet pedagang pasar tradisonal yang ada di Kota Semarang. “Yang jelas pelayanannya harus baik, Pemkot juga akan membantu terkait sarana dan prasarana untuk lebih memudahkan masyarakat,” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Hendi ini meminta agar pedagang pasar tradisional di Kota Semarang tidak akan sepi karena perkembangan teknologi. Selain itu, aplikasi Tumbas.in bisa sejalan dengan keinginan Pemkot Semarang untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. “Yang terpenting omzet penjualannya terus meningkat, sisi manfaat aplikasi ini sangat besar,” jelasnya. (den/ida)





Tinggalkan Balasan