Perumnas Sediakan Rumah Dosen Unnes

479
GENDENG UNIVERSITAS : Dirut Perum Perumnas Bambang Triwibowo ketika melakukan kerjasama dengan Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman untuk menyediakan perumahan bagi dosen dan karyawan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GENDENG UNIVERSITAS : Dirut Perum Perumnas Bambang Triwibowo ketika melakukan kerjasama dengan Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman untuk menyediakan perumahan bagi dosen dan karyawan. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Perum Perumnas dalam waktu dekat akan membangun perumahan di daerah Kabupaten Semarang. Perumahan ini, menyasar kalangan dosen, tenaga pendidikan, pegawai negeri sipil (PNS) dengan lahan sekitar 16 hektare.

Direktur Utama (Dirut) Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan luas lahan sekitar 16 hektare ini rencananya akan dibangun 800 unit rumah dan mulai akan dibangun September mendatang.

“Perumnas di Jateng sudah lama vakum. Nah ini kami memiliki program untuk dosen, tenaga pendidikan, PNS dan kalangan menengah kebawah untuk memiliki rumah,” katanya usai melakukan MoU dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (16/1) siang kemarin.

Bambang menerangkan bahwa sebenarnya Perumnas memiliki lahan sekitar 150 hektare. Namun hanya 20 hektare lahan yang siap digunakan, sementara Unnes diakomodir dengan lahan seluas 16 hektare, empat hektare sisanya diperuntukkan untuk dosen dan tenaga pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip).

“Total kebutuhan khusus Unnes sekitar 1.500 unit, tahap pertama akan dibangun 800 unit dulu. Sebelumnya bekerjasama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed),” jelasnya.
Alasan Perumnas menggandeng universitas, lanjut Bambang, untuk memudahkan atau mendekatkan dosen ke tempat kerja. Selama ini, banyak dosen ataupun karyawan universitas memiliki rumah yang jauh dari tempat kerja.

Terkait tipe rumah, Bambang menerangkan akan ada beberapa jenis rumah sesuai dengan permintaan pasar dan golongan jabatan. Namun ia memastikan akan dilakukan studi lebih lanjut terkait kebutuhan para dosen dan tenaga pendidikan ini. Yang jelas, tetap ada rumah murah bersubsidi atau FLPP.

“Nanti akan ada kajian dulu. Namun kalau menilik perumahan dengan Unsoed, kemungkinan sama. Akan ada beberapa tipe, mulai FLPP, tipe 36, 40, dan tipe 54. Juga akan dibangun ruko, untuk pusat perekonomian,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman menambahkan jika pihaknya mendukung langkah Perumnas untuk menggandeng kalangan universitas. Menurutnya, indikator karyawan dan dosen sebuah universitas sejahtera adalah memiliki rumah.

“Bisa dijadikan peluang investasi. Nanti bisa disesuaikan dengan kemampuan. Unnes sendiri siap mengakomodasi dengan memberikan pinjaman kepada karyawan untuk DP rumah melalui koperasi,” katanya. (den/ida)





Tinggalkan Balasan