Empat Pemabuk Polder Tawang Diamankan

Terlibat Pengeroyokan Warga Kebonharjo

123
DIAMANKAN: Keempat pemabuk saat diamankan Unit Reskrim Polsek Semarang Utara di kawasan Polder Tawang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN: Keempat pemabuk saat diamankan Unit Reskrim Polsek Semarang Utara di kawasan Polder Tawang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Empat laki-laki yang kerap mangkal di kawasan Polder Tawang depan Stasiun Tawang, Semarang Utara ditangkap Unit Reskrim Polsek Semarang Utara. Penangkapan ini terkait dugaan aksi pengeroyokan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, keempat pelaku warga Semarang Utara. Mereka melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban warga Kebonharjo di kawasan Polder Tawang, Minggu (12/1) sekitar pukul 16.30. Pihak kepolisian yang mendapat informasi kejadian tersebut, langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan para pelaku.

Kapolsek Semarang Utara Kompol Johan Valentino mengatakan, aksi pengeroyokan dilakukan setelah para pelaku pesta minuman keras (miras). Mereka terlibat cekcok dan saling intimidasi dengan korban. Adu mulut itu pun berujung aksi pengeroyokan.

“Mereka dalam kondisi mabuk, jadi mudah terpicu. Saat kami identifikasi, para pelaku dengan korban tidak memiliki dendam tertentu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (13/1).

Akibat pengeroyokan ini, korban selamat meski dalam kondisi terluka di bagian kepala hingga berdarah-darah. Sedangkan sampai sekarang ini, pelaku masih ditahan di Mapolsek Semarang Utara untuk dilakukan proses hukum. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“Satu di antara pelaku masih di bawah umur. Pelaku berusia 15 tahun. Kemungkinan didiversi sesuai hukum,” katanya.

Johan menambahkan, belakangan ini wilayahnya telah terjadi gesekan antarwarga, termasuk antarpelajar SMK di sekitaran Pos 4 Pelabuhan Tanjung Emas pada Kamis (9/1) lalu. Namun dengan sigap, pihaknya langsung mengamankan sejumlah pelaku bentrokan dan mengendalikan situasi Kamtibmas tetap aman sebelum timbul korban jiwa.

“Wilayah kami sangat kompleks, penjagaan juga cukup kompleks karena harus bertanggung jawab atas keamanan di wilayah wisata Kota Lama, ruas jalan menuju pelabuhan, dan jalan lingkar antarkota,” ujarnya. (mha/aro)

Tinggalkan Balasan