Minat Guru Menulis Artikel semakin Tinggi

114
PENUH SEMANGAT : Peserta pelatihan menulis artikel berfoto bersama Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja Pendidik Dinas Pendidikan Kota Semarang  Sri Rahayu Ningsih dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH SEMANGAT : Peserta pelatihan menulis artikel berfoto bersama Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja Pendidik Dinas Pendidikan Kota Semarang  Sri Rahayu Ningsih dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Minat guru TK, SD dan SMP di Kota Semarang untuk mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di media massa tergolong tinggi. Terbukti ketika Jawa Pos Radar Semarang bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di SMP Negeri 21 Semarang, Minggu (12/1) pagi kemarin, dibanjiri peserta. Tercatat, 182 guru mengikuti pelatihan yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri tersebut.

BERI MOTIVASI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menerima cinderamata dari Kepala SMPN 21 Suwarno Agung Nugroho. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menerima cinderamata dari Kepala SMPN 21 Suwarno Agung Nugroho. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Semangat guru di Semarang untuk belajar menulis sangat tinggi. Terget kami sebenarnya hanya 100 peserta. Tapi ini membludak menjadi 182 peserta. Itu belum termasuk pengurus MGMP IPA SMP Kota Semarang,” kata Ketua MGMP IPA SMP Kota Semarang, Sukimin.

Selaian Kepala Disdik Gunawan Saptogiri, hadir Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja Pendidik Dinas Pendidikan Kota Semarang  Sri Rahayu Ningsih, tim penilai angka kredit (PAK) Supriyono, Kepala SMPN 21 Semarang Suwarno Agung Nugroho,  dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif  Riyanto.

“Kesulitan pertama para guru untuk menulis adalah melawan malas. Selain itu kalau sudah mau menulis susah menuangkannya dalam kalimat per kalimat. Nah dengan dilatih untuk menulis, diberikan tips dan trik menulis seperti ini, guru mau tidak mau akan menulis dan harus menulis,” kata Gunawan Saptogiri saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan, menuangkan ide dan pikiran dalam tulisan harus dibiasakan para guru di Kota Semarang yang ada di bawah payung Dinas Pendidikan Kota Semarang. Apalagi menulis sebuah karya ilmiah, bisa membuat guru memiliki angka kredit untuk kenaikan pangkat dan golongan.

“Selain meningkatkan SDM dalam pembelajaran, dengan menulis artikel ilmiah ini, guru juga bisa naik pangkat atau golongan. Apalagi ini Jawa Pos Radar Semarang siap memfasilitasi, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sri Rahayu Ningsih menambahkan, jika kegiatan yang dinisiasi Jawa Pos Radar Semarang, Dinas Pendidikan, dan MGMP IPA SMP Kota Semarang ini patut diapresiasi, karena memberikan ruang kepada guru di Kota Semarang untuk bisa menuangkan ide dalam tulisan atau artikel ilmiah.

“Selain meneruskan jenjang pendidikan, guru harus bisa menulis artikel ilmiah. Kedua faktor ini adalah salah satu cara meningkatkan kompetensi guru, yang imbasnya membuat dunia pendidikan di Semarang kualitasnya akan semakin baik,” katanya.

Jawa Pos Radar Semarang yang memfasilitasi lewat rubrik Untukmu Guruku, menurutnya, bisa di manfaatkan para guru yang mengikuti pelatihan menulis sebagai sarana kenaikan pangkat. “Di sini dinas mendorong para guru untuk bisa menulis artikel, kebetulan juga difasilitasi oleh Jawa Pos Radar Semarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, narasumber Tim PAK Kota Semarang Supriyono memaparkan cara naik pangkat dengan mudah dan bahagia. Sedangkan Arif Riyanto menjelaskan strategi guru menulis artikel ilmiah populer di media massa. (den/aro)

Tinggalkan Balasan