Siswa SMK Tawuran, Bawa Celurit dan Gir

1196
DIAMANKAN: Enam siswa SMK yang terlibat tawuran diamankan di Mapolsek Semarang Utara. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN: Enam siswa SMK yang terlibat tawuran diamankan di Mapolsek Semarang Utara. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak enam pelajar SMK diamankan jajaran Polsek Semarang Utara. Mereka diduga terlibat aksi tawuran. Petugas juga menyita tiga senjata tajam (sajam) jenis celurit.

“Iya, ada enam pelajar dari kedua belah pihak sekolah yang saling melakukan aksi tawuran. Mereka siswa SMK Negeri 5 dan SMK Negeri 10,” ungkap Kapolsek Semarang Utara Kompol Johan Valentino kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (10/1).

Johan membeberkan, siswa kedua belah pihak tersebut melakukan aksi tawuran di Pos 4 Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (9/1) malam. Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung melakukan pemantauan hingga akhirnya berhasil menangkap enam pelajar tersebut.

“Itu kan dipicu soal pertandingan futsal di lapangan di Marina. Keduanya saling ejek hingga akhirnya saling tawuran. Tiga di antaranya berhasil ditangkap di Jalan Pemuda, lainnya ada di beberapa tempat, salah satunya di Pengapon. Mereka sudah kita buntuti karena membawa senjata tajam” tegasnya.

Saat ini, enam pelajar yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik Polsek Semarang Utara. Pihaknya juga telah memanggil pihak dari kedua sekolah yang bersangkutan, termasuk orangtua dan pihak panitia pertandingan futsal.

“Yang diamankan masih kita periksa. Karena kemarin kan banyak kejadian. Ada juga di Taman Indonesia Kaya, juga aksi tawuran pelajar. Setahu saya siswa SMK 4 dan SMK 3,” katanya.

“Kalau (dijerat) undang-undang darurat masuk. Tapi kan kita lihat pertimbangan penyidik, mereka masih pelajar semua. Apakah sajam yang dibawa ini milik mereka atau tidak,” tambahnya.

Sementara itu, aksi tawuran juga terjadi di kawasan Taman Indonesia Kaya. Seorang saksi mata, Safi’i, 30, melihat langsung detik-detik bermulanya tawuran pecah di bagian utara Taman Indonesia Kaya.

Awal mula tawuran saat gerombolan pelajar yang mengendarai motor tengah berkumpul di depan SMKN 4 Semarang. Di waktu bersamaan, sejumlah pelajar dari SMK lainnya sedang berkumpul di bagian utara Taman Indonesia Kaya. Kemudian rombongan motor melaju ke bagian utara Taman Indonesia Kaya. Melihat adanya gerombolan SMK lain yang datang, rombongan siswa bermotor langsung memberi aba-aba dengan melepaskan sabuk sembari mengayun-ayunkannya.

“Saat itu, saya melihat banyak pelajar sedang mengayun-ayunkan sabuknya. Motornya juga banyak. Rombongan pelajar itu langsung menyerbu pelajar lainnya yang sedang berada di taman, dan langsung tawuran,” kata penjaga PKL ini.

Safii mengaku, nyaris terkena ayunan sabuk dari gerombolan pelajar yang sedang berkonvoi dengan motor tersebut. Selain sabuk, beberapa pelajar turut mengenggam senjata gir dan celurit. Bentrokan di taman itu pun membuat satu unit motor milik penjaga PKL rusak.

“Salah satu celurit pelajar terlepas dari ganggangnya. Ini bilah celuritnya kami bawa. Saat polisi datang, para pelajar itu lari kocar-kacir. Gak tahu pada lari ke mana,” ujarnya. (mha/aro)