Hutan Wisata Tinjomoyo Dipercantik Jembatan Kaca

392
DESTINASI WISATA: Jembatan merah di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo yang akan dibangun jembatan kaca yang instagramable. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESTINASI WISATA: Jembatan merah di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo yang akan dibangun jembatan kaca yang instagramable. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upaya untuk mempercantik destinasi wisata terus dilakukan Pemkot Semarang. Salah satunya Hutan Wisata Tinjomoyo. Pada 2020 ini, Pemkot Semarang akan mempercantik hutan wisata tersebut dengan jembatan kaca. Jembatan tersebut akan memiliki panjang 60 meter dan tinggi 25 meter, serta lebar 3 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung mengungkapkan, jika biaya pembangunan menelan anggaran dari APBD sebesar Rp 12 miliar. “Januari ini proyek akan kita lelangkan,” ujar Anung – sapaan akrabnya, Kamis (2/1).

Jembatan kaca akan dibangun di atas Sungai Kaligarang yang melintas di dekat Hutan Wisata Tinjomoyo. Saat ini, DPU masih menyiapkan teknis pra-lelang.

“Perencanaan sudah siap. Harapannya kalau sudah jadi jembatan kaca ini akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Semarang,” tuturnya.

Seperti diketahui, Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang merupakan bekas kebun binatang Tinjomoyo. Potensi wisata alam ini dalam beberapa tahun terakhir mulai dibangkitkan lagi sebagai objek wisata. Dulunya kebun binatang Tinjomoyo merupakan rujukan warga Kota Semarang yang ingin melihat berbagai jenis fauna dan flora dengan suasana hutan yang rindang. Namun pada 2007, seluruh hewan dipindah ke lokasi baru di daerah Mangkang Semarang. Kala itu, ada banjir besar di Kaligarang, sehingga akses jembatan terputus. Pemerintah Kota Semarang kemudian memutuskan memindahkan lokasi kebun binatang.

Kini nama lokasi bekas kebun binatang itu dikenal sebagai Hutan Wisata Tinjomoyo. Sejak terbengkalai, ternyata masih banyak wisatawan yang datang untuk berfoto di sungai, jembatan kayu dan jembatan merah. Namun beberapa tahun lalu, jembatan kayu yang mulai lapuk sudah diperbaiki menjadi jembatan beton yang kokoh. Jembatan kokoh itu merupakan pertanda kalau Hutan Wisata Tinjomoyo akan dihidupkan kembali.

Kegiatan outbond beberapa kali digelar di sana, termasuk sejumlah komunitas yang melakukan kegiatan. “Tentunya akan semakin menarik pengunjung untuk datang ke situ,” katanya.

Pemkot Kota Semarang pun mulai serius menggarap kembali Tinjomoyo. Lokasi itu akan disulap menjadi tempat instagramable, salah satunya dengan dipasangi hammock atau ayunan pohon warna-warni. (ewb/aro)