Kemenag Tambah 470 Guru Profesional

232
GURU PROFESIONAL: Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq menyerahkan sertifikat PPG ke guru yang lulus di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (31/1) kemarin. (DEWI AKMALAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GURU PROFESIONAL: Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq menyerahkan sertifikat PPG ke guru yang lulus di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (31/1) kemarin. (DEWI AKMALAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) kembali menambah ratusan guru Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAIS) profesional. Hal tersebut terjadi setelah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Walisongo kembali mengukuhkan guru yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab).

Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq menuturkan tahun ini terdapat 657 guru yang mengikuti PPG tersebut. Sebanyak 559 orang merupakan peserta baru dan 98 orang merupakan peserta ulangan tahun 2018. Dari jumlah tersebut hanya ada 470 guru yang lulus. Sedangkan sisanya terpaksa mengulang tahun depan.

“Para guru yang ikut tidak hanya dari wilayah Jateng saja. Namun juga dari Jabar, Banten, DKI Jakarta, Jogjakarta dan satu orang dari Luar Jawa,” ujarnya ditemui Selasa (31/1) kemarin.

Pihaknya berkomitmen untuk terus medukung langkah memajukan mutu guru. Salah satunya dengan menjadi LPTK yang berkompeten dengan menjadi salah satu dari 35 LPTK di Indonesia yang mampu menghasilkan guru yang berkualitas untuk memajukan bangsa.

“Sebagai bentuk tanggung jawab telah diberi amanat menyelenggarakan PPG, kami akan mengawal LPTK kami menjadi lebih proiofesional. Termasuk melengkapi sarpras untuk mendukung peningkatan mutu guru,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur GTK Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Suyitno menuturkan PPG merupakan langkah awal untuk meningkatkan mutu guru. Masih ada program lanjutan yang harus diikuti guru seperti KKG (kelompok kerja guru) dan MGMP (musaraf guru mata pelajaran). Pihaknya akan memberikan sertifikat bagi yang lulus.“Sertifikat tersebut merupakan kunci guru dapat memperoleh tunjangan dari pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya berjanji untuk mendorong PPG tersebut menjadi program keberlanjutan. “Akan kami maksimalkan penyerapan guru yang mengikuti PPG. Sehingga semakin banyak guru yang bermutu untuk pembentuk siswa menjadi SDM berkualitas,” pungkasnya. (akm/bas)