KPID Jangan Hanya menjadi Wasit

103
DIALOG INTERAKTIF : Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh (dua kiri), Amir Machmud selaku anggota tim seleksi KPID Jateng (putih), dan Amirudin (kanan) dalam dialog interaktif yang digelas Diskominfo Jateng, Senin (30/12) kemarin. (Sigit Andrianto)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi wasit dalam pelaksanaan penyiaran. Namun juga bisa memberikan sesuatu untuk membantu menyelesaikan persoalan di bidang penyiaran.

Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan, banyak masukan kepadanya terkait sulitnya menjalankan kegiatan penyiaran saat ini. Banyak media penyiaran yang ia gambarkan tengah berada pada kondisi mati segan hidup pun tak mau.

”Masukan dari mereka, kesulitan untuk membiayai operasionalnya. Sehingga ke depan tidak hanya menyeleksi saja, tapi apa yang dapat dilakukan bersama,” ujarnya dalam dialog interaktif yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Senin (30/12) kemarin.

”Ternyata industri 4.0 jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Sehingga memang perlu pembicaraan bersama antara masyarakat, praktisi, akademisi dan sejumlah unsur lainnya,” tambahnya.

Anggota tim seleksi KPID Jateng Amir Machmud mengatakan bahwa persoalan di dunia penyiaran sangat kompleks. Persoalan yang dihadapi media penyiaran, ia katakan, juga dihadapi media secara umum.

Ia menerangkan, tugas KPID adalah untuk mengawal peraturan yang menjadi standar dalam menjalankan kegiatan penyiaran. Mengawal mulai dari proses perizinan hingga perawatan. ”KPID adalah representasi publik mengawal penyiaran. Dan memang, KPID perlu berbenah ke depannya, sehingga bisa berperan melebihi dari yang tercantum di UU. Untuk dapat merespon kondisi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Amirudin, praktisi penyiaran mengatakan secara umum penyiaran sudah bertransformasi ke arah konvergensi. Untuk tetap mempertahankan kegiatan penyiaran, perlu diperhatikan bagaimana media dapat menciptakan produk yang baik ke luar, namun juga dengan kondisi baik di dalamnya. ”Jadi menjadi penting, fresh outside, healthy inside,” tandasnya. (sga/ida)