Harga Kepokmas Sulit Diprediksi, Gelar Pangan Murah

158
LANGKAH ANTISIPASI : Gelar Pangan Murah (GPM) di kecamatan Pedurungan antisipasi gejolak harga.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG Harga kebutuhan pokok paska Natal dan menjelang Tahun Baru masih stabil. Hanya saja gejolak harga bisa saja terjadi karena harga kebutuhan pokok sulit untuk diprediksi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, setiap Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara psikologis ada kecenderungan kenaikan harga, meskipun sedikit.  ”Harga pangan melambung jika permintaannya meningkat atau ketersediaan terbatas. Yang penting masih dalam batas toleransi kewajaran,” ujarnya.

Agus mengatakan, untuk mengantisipasi gejolak harga, dilakukan Gelar Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik Semarang. Belum lama ini GPM dilaksanakan di kawasan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Dalam kegiatan ini, kebutuhan pokok masyarakat dijual dengan harga di bawah harga pasar. Sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. ”Ada sekitar 300 KK ditambah masyarakat di sekitarnya,” ujarnya didampingi Sri Broto Rini Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan.

GPM dilakukan untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya inflasi. Meski sejauh ini pasokan dan harga kebutuhan pangan di Jawa Tengah masih aman dan stabil. ”Ini untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, terutama yang merayakan HKBN,” ujarnya.

Agus Sudjantono Kasi Harga Pangan Dishanpan Provinsi Jateng menambahkan, DPM ini menghadirkan langsung produsen, baik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun dari swata. Mereka menjual barang kebutuhan pokok dengan harga relatif murah ketimbang di pasaran umum.

”Sebab di sini ada fasilitas subsidi angkutan (transportasi) dan biaya operasional, baik dari pemerintah provinsi maupun dari Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian berupa Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), khususnya TTI (Toko Tani Indonesia),” ujarnya.

GPM ini didukung Satgas Pangan Polda Jateng, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindag, Bulog Jateng, Komunitas Pastakaran (Pasar Tani Pekarangan) Temanggung, swasta, serta Pemerintah Kota Semarang. (sga/zal)