Omzet Bandeng Duri Lunak Meroket Jelang Nataru

248
BANYAK DICARI : Pemilik Gerai Bandeng Duri Lunak Kharisma Semarang, Mujiati Marni menunjukkan produk unggulan miliknya. (Dewi Akmalah/Jawa Pos Radar Semarang)
BANYAK DICARI : Pemilik Gerai Bandeng Duri Lunak Kharisma Semarang, Mujiati Marni menunjukkan produk unggulan miliknya. (Dewi Akmalah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Omzet penjualan bandeng presto meningkat tajam. Oleh-oleh khas Semarang tersebut semakin banyak dicari. Mengingat Semarang saat ini menjadi destinasi unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan.
Pemilik Gerai Bandeng Duri Lunak Kharisma Semarang Mujiati Marni menuturkan bahwa pihaknya mengalami kenaikan pesanan hingga 30 persen. Biasanya dalam seminggu ia hanya memproduksi 1,5 kuintal bandeng. Saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), dirinya produksi hingga empat kuintal. Angka tersebut masih dapat naik seiring dengan permintaan yang terus melonjak mendekati tahun baru.

“Tahun ini jelas lebih meningkat. Terutama di rest area yang melintasi Semarang seperti tol Bawen KM 429 dan Batang KM 360, 279. Kemarin baru nyetok, sekarang sudah habis,” ujarnya, Selasa (24/12) kemarin.

Pihaknya memprediksi sampai akhir bulan mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah. Jumlah tersebut memang masih kalah dibanding penjualan saat hari raya yang mencapai dua kali lipat Nataru. Namun masih lebih banyak dari hari biasanya. Pihaknya akan membuka gerai 24 jam sehingga dapat melayani pembeli setiap saat. “Kasihan, kadang pembeli luar kota datang tengah malam saat kami sudah tutup. Maka dari itu, saya putuskan buka 24 jam,” lanjutnya.

Sementara itu, pembeli asal Jakarta, Anindya Nisman sengaja mencari bandeng presto untuk oleh-oleh. Biasanya keluarganya di Jakarta selalu meminta dirinya membeli bandeng presto ketika mudik ke Semarang. Pihaknya memutuskan membeli 5 kilogram sekaligus untuk persediaan.

“Saya beli dua jenis. Yang basah untuk dinikmati di Semarang. Sedangkan yang kering, bisa saya bawa pulang ke Jakarta nanti. Soalnya bisa bertahan hingga 3 bulan,” pungkasnya. (akm/ida)