Ketua RT/RW Diharap Ikut Sosialisasikan Program Pemkot

436

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Ketua RT/RW diharapkan semakin berperan dan bersinergi dengan Pemerintah Kota (pemkot) Semarang dalam menjalankan perannya. Utamanya ikut menyosialisasikan program-program pemkot.

“Tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan manakala kita komunikasinya baik” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan ratusan Ketua RT/RW di Semesta Boarding School, Gunungpati, belum lama ini. Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, pun meminta kepada jajaran ketua RT/RW untuk saling berkolaborasi dan saling belajar antar wilayah.

Hendi juga mengungkapkan saat melihat hasil survei kepuasan kinerja Pemkot Semarang. Melalui sebuah pertanyaan sektor apa yang belum puas akan kinerja pemkot, jawaban nomor satu yakni masalah air bersih PDAM. Selanjutnya masalah kesehatan dan pendidikan yang mahal.

“Saya bingung, ini kok masih ada yang ngomong kesehatan mahal di Semarang. Karena sebenarnya kita punya program UHC (Universal Healt Coverage),” ungkap Hendi.

Menurutnya, dengan UHC mulai dari biaya dokter, obat, rumah sakit hingga ambulan telah ditanggung oleh Pemkot Semarang. “Menurut saya, tidak logis kalau orang Semarang bilang kesehatan mahal,” kata Hendi.

Demikian pula biaya pendidikan TK, SD, SMP yang juga ditanggung oleh Pemerintah. Sehingga ia meminta peran aktif dari ketua RT/RW untuk membantu turun ke masyarakat dan memberikan sosialisasi kepada warganya.

“Saya minta tolong sampaikan ke tetangga-tetangga panjenengan supaya mereka kemudian tidak bingung jika mau berobat. Silahkan muter-muter ke warga menyosialisasikan program pemerintah. Ikut membantu proses perizinan masyarakat, menggerakkan masyarakat untuk bersih-bersih lingkungan,” ungkap Hendi.

Gunungpati sendiri memiliki wilayah yang luas dengan kontur perbukitan. “Seharusnya (warganya) bisa lebih ramah dengan lingkungan. Apalagi Gunungpati telah ditetapkan sebagai daerah resapan air di Kota Semarang,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Menurutnya wilayah Gunungpati perlu dirawat, karena kadang-kadang menimbulkan persoalan cukup serius seperti beberapa waktu lalu blackout di Jakarta dan Jabar karena pohon sengon di Malon, Gunungpati.

Hendi juga berpesan kepada Ketua RT/RW untuk senantiasa melapor bila terjadi kerusakan atau problem di wilayahnya. “Saya ini punya kelemahan, yakni tidak punya ilmu kebatinan. Jadi kalau warga hanya batin aja masalah di lingkungan dan tidak sampai ke saya pasti tidak ada perbaikian,” ungkap Hendi.

Maka ia meminta partisipasi untuk melaporkan melalui sistem pelaporan yang ada. Baik melalui Lapor Hendi, akun instagram ataupun audiensi langusng di kantor maupun rumah wali kota. Agar terjalin sinergi dan percepatan penyelesaian masalah. (*/zal)