Tunjangan Guru Non ASN Kota Semarang Disetarakan UMK

533

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Diberikan tunjangan lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain, guru di Kota Semarang diminta untuk lebih meningkatkan kualitasnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, menuturkan guru PNS di Kota Semarang sudah disetarakan tunjangannya. “Guru PNS di Kota Semarang, tunjangannya kami setarakan dengan PNS yang lain, dengan memberikan tunjangan perbaikan penghasilan. Adapun untuk yang non ASN, 2020 nanti kami sesuaikan dengan UMK yang baru yakni Rp 2,715 juta,” kata Anang, Sabtu (14/12).

Penyetaraan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang diberikan untuk guru PNS juga diharapkan tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Namun juga untuk perbaikan kualitas.

“Sebagian tunjangan dapat digunakan untuk membekali diri dan menambah kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menghadapi era industri 4.0. Jangan semua (tunjangan) untuk kebutuhan konsumtif,” katanya.

Dikatakannya, penunjukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru ini akan membawa ke arah perubahan sesuai dengan perkembangan era 4.0. “Sehingga, guru dituntut dapat membekali siswa dengan teknologi era saat ini,” tuturnya.

Pihaknya sudah menganggarkan untuk program pengembangan guru. “Kami berharap, Pemkot Semarang bisa memfasilitasi para guru agar siap menghadapi era perkembangan zaman,” katanya.

Menurutnya, dengan kualitas guru yang baik tentunya akan berimbas kepada kualitas pendidikan di Kota Semarang. “Kalau guru-guru kita berkualitas, tidak dipungkiri anak didik kita juga akan baik. Tentunya itu hal yang positif bagi Kota Semarang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menuturkan telah menyiapkan program peningkaran pembelajaran. Para guru di Kota Semarang akan mendapatkan pembelajaran yang nantinya bisa diterapkan saat mengajar peserta didik. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodik) jumlah keseluruhan guru di Kota Semarang mencapai 14 ribu lebih.

“Kami ada program peningkatan pembelajaran. Kami didik guru inti, kemudian guru inti akan memberikan pembelajaran kepada guru sasaran. Guru sasaran akan meneruskan kepada anak-anak,” ujar Gunawan. (ewb/ida)