Renovasi Stadion Jatidiri Semarang Masih Butuh Rp 685 M

953
MEGAH: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lintasan atletik Stadion Jatidiri saat dilakukan pemeriksaan dan pengujian oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Jumat (13/12). (ISTIMEWA)
MEGAH: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lintasan atletik Stadion Jatidiri saat dilakukan pemeriksaan dan pengujian oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Jumat (13/12). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Renovasi tahap IV Stadion Jatidiri hampir rampung. Sesuai kontrak 2019, pengerjaan Stadion Jatidiri sudah mencapai 94 persen. Pesona stadion kebanggaan Jateng ini pun mulai terlihat.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan, untuk kontrak 2019 ini, pengerjaan dilakukan pada mecanical electric, serta beberapa konstruksi. Seperti rangka atap, space frame tribun utara dan  barat, serta penutup atap utara dan barat. Selanjutnya ada juga pengerjaan arsitektur dalam gedung, bangunan serta track lintasan atletik standar Intenational Association of Athletics Federations (IAAF) yang pada Jumat  (13/12) kemarin dilakukan pemeriksaan dan pengujian dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Insya’Allah sebelum Natal 2019 pengerjaan sudah selesai. Sehingga ada sisa waktu setelah libur Natal untuk penyelesaian administrasi. Untuk mecanical electric, nanti sebelum natal harapan saya bisa diujicobakan. Lighting kita coba apakah proper untuk penyelenggaraan perhelatan,” katanya.

Menyusul pada 2020 nanti akan dilakukan renovasi stadion tahap ke-V. Dalam hal ini pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 116 miliar untuk melakukan penyempurnaan. ”Kemudian ada manajemen konstruksi dan pengelolaan kegiatan. Saya mendorong kepada teman-teman Disporapar akhir Desember sudah lelang,” ujar Sinoeng.

Secara operasional, dikatakan Sinoeng, stadion baru bisa difungsikan pada 2021 mendatang. Karena renovasi murni dilakukan dari APBD. Pada 2021 diusulkan untuk diselesaikan secara multiyears. ”Secara masterplan, masih dibutuhkan dana untuk semuanya itu mencapai Rp 685 miliar. Kita harapkan bisa bertahap,” imbuhnya.

Nantinya, setelah renovasi selesai, pengelolaan akan diserahkan kepada badan otorita profesional yang memiliki basic pengelolaan property. Sebab, akan ada sejumlah tempat di bawah tribun yang dapat disewakan dan harus dikelola. ”Bukan pemda nanti pengelolaannya,” tandasnya.

Setelah rampung secara keseluruhan, Stadion Jatidiri memiliki kapasitas 45 ribu single seat terdiri atas tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Eksterior dan interior didesain mengusung tema budaya Jawa. Stadion Jatidiri digadang menjadi stadion megah ketiga di Indonesia setelah Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakabaring Palembang.

Dengan segala kelebihan itu, gubernur ingin pengelolaannya dapat dilakukan kalangan profesional. Mereka yang memiliki pengalaman dalam bisnis property. Sehingga bisa menjual sekaligus melakukan perawatan. Dengan sistem pengelolaan seperti itu, Ganjar berharap Jatidiri tidak terus-menerus bergantung pada pembiayaan dari negara.  ”Dan publik bisa menyewa. Jangan-jangan dengan seperti itu bisa untung lebih banyak,” ujar gubernur.

Selain stadion, di kompleks Jatidiri juga tengah direnovasi sejumlah fasilitas lainnya, seperti GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis standard international, lapangan voli pasir, dan lintasan sepatu roda. Selain itu juga asrama, Sekolah Khusus Olahraga (SKO), gedung terpadu untuk latihan cabang olahraga perorangan seperti silat. Juga gedung penunjang parkir vertikal serta gym center.

Pengerjaan kompleks Jatidiri dilakukan dengan satu desain besar, gabungan antara olahraga, penghijauan dan kebudayaan. Dengan desain ini, ke depan Jatidiri akan digadang menjadi ecosport tourism. Tidak hanya olahraga, Jatidiri akan menawarkan kenyamanan wisata. (sga/aro)