Kios Pasar Koplak Dibongkar Paksa

Pedagang Ogah Pindah ke Pasar Peterongan Lantai 2

287
DITERTIBKAN: Ratusan petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar paksa kios dan lapak pedagang Pasar Koplak di Jalan Peterongan Tengah Raya. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)
DITERTIBKAN: Ratusan petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar paksa kios dan lapak pedagang Pasar Koplak di Jalan Peterongan Tengah Raya. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Puluhan kios dan lapak pedagang Pasar Koplak di Jalan Peterongan Tengah Raya dibongkar paksa petugas Satpol PP Kota Semarang. Sebelumnya mereka sudah diperingatkan beberapa kali untuk segera pindah ke Pasar Peterongan lantai 2 oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Pembongkaran dilakukan mulai pukul 09.00. Tak ada perlawanan dari pedagang yang saat itu masih berjualan di tepi jalan tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menuturkan, pembongkaran dilakukan untuk memfungsikan kembali Jalan Peterongan Tengah Raya tersebut. “(Jalan) Ini nanti akan dibangun DPU Kota Semarang, fungsinya untuk mengurai kemacetan sepanjang Jalan MT Haryono,” ujar Fajar, Kamis (12/12).

Dikatakan Fajar, sejauh ini para pedagang sendiri yang melanggar komitmen. Seperti diketahui, sebelumnya para pedagang sudah berkomitmen dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan membongkar lapak dan kios mereka dan segera pindah. Namun sampai berbulan-bulan, hal itu tidak kunjung dilakukan oleh para pedagang. Bangunan belakang Pasar Peterongan lantai 2 tidak segera ditempati. Mereka malah tetap memilih berjualan di tepi jalan yang biasa disebut Pasar Koplak.

“Sebelumnya mereka sudah berkomitmen dengan Pak Wali Kota akan membongkar lapak dan kios mereka sendiri. Namun hal itu dilanggar oleh para pedagang sendiri,” tuturnya.

Padahal fasilitas kios dan yang lain sebagai tempat relokasi sudah disiapkan oleh Pemkot Semarang. Letak tempat jualan yang baru juga tidak jauh dari Jalan Peterongan Tengah Raya. Hanya berjarak beberapa meter saja. Akses untuk naik ke tempat yang baru juga sudah dilengkapi dengan anak tangga. Sayangnya, pedagang lebih memilih melanggar komitmen dengan tetap berjualan di tepi Jalan Peterongan Tengah Raya. “Hari ini (kemarin) saya pastikan tidak ada pedagang yang turun lagi. Besok (hari ini) kalau masih turun, maka akan kami angkut lagi,” tegasnya.

Lapak dan kios pedagang di sepanjang jalan tersebut ada yang dibangun semi permanen dari kayu maupun yang permanen menggunakan besi. Semuanya tetap dibongkar oleh petugas Satpol PP Kota Semarang.

“Kita tidak mau kompromi lagi. Pembeli pasti mencari pedagang. Apalagi dari lokasi lama ke yang baru kan tidak jauh, dan semua pembeli pasti tahu keberadaan mereka,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman.

Dikatakan Fravarta, Pemkot Semarang sudah menyediakan fasilitas seperti lapak yang digunakan oleh pedagang. Selain itu, fasilitas lain seperti jembatan penyambung gedung depan dan belakang juga sudah dilengkapi.“Sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk tidak pindah ke lantai 2,” ujar Fravarta.

Pihaknya juga sudah memberikan toleransi kepada para pedagang. Mereka berjanji akan membongkar lapak sendiri di tepi Jalan Peterongan Raya Tengah tersebut. Namun nyatanya pedagang tetap bertahan. “Terpaksa kita lakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Saat dilakukan pembongkaran, para pedagang memilih pasrah. Mereka tak melakukan perlawanan ketika lapak dibongkar paksa petugas Satpol PP Kota Semarang dan dinaikkan ke atas truk. “Sudah ada pemberitahuan. Yang kita takutkan, ketika sudah pindah atas (Pasar Peterongan lantai 2, Red), pelanggan kita hilang,” kata Romlah, 41, pedagang sembako. (ewb/aro)