Cuaca Buruk di Semarang Mulai Telan Korban

974
EVAKUASI KORBAN : Jenazah nelayan yang meninggal dievakuasi warga dan anggota SAR. (ALVI NUR JANAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI KORBAN : Jenazah nelayan yang meninggal dievakuasi warga dan anggota SAR. (ALVI NUR JANAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADAR SEMARANG.ID,  SEMARANG – Seorang nelayan ditemukan tewas tenggelam di Perairan Tambak Lorok Kota Semarang, Senin (9/12) sekitar pukul 10.55. Diduga, korban meninggal karena tersambar petir, usai mencari ikan.

Korban bernama Abdul Rohim, 26, nelayan warga Tambakmulyo Kelurahan Tanjung Emas Kecamatan Semarang Utara. Sebelum ditemukan meninggal, sempat dilakukan pencarian oleh warga sekitar dan anggota Basarnas.

Sebelum korban ditemukan meninggal, ia bersama dengan tiga nelayan berangkat melaut dengan perahu yang berbeda. Mereka mencari ikan di perairan sekitaran Tambak Lorok, Minggu sore (8/12). Kemudian korban memutuskan pulang, karena cuaca sedang hujan disertai petir, sekitar pukul 20.00.

“Saat itu, perahu korban sudah melaju di depan perahu lainnya. Saat sampai di Sungai Tambak Lorok, hanya perahunya saja yang ada. Diduga korban tersambar petir sehingga ia jatuh kelaut dan tenggelam,” ujar Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/12) kemarin.

Perahu korban ditemukan oleh warga terperosok di pinggir makam Tambak Lorok Minggu (8/12) sekitar pukul 22.00. Namun, korban yang masih hilang langsung dilaporkan ke anggota Basarnas. Upaya pencarian dibantu warga.

Kepala Basarnas Jateng memerintahkan tim Rescue KN SAR Sadewa untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan alut Rigid Inflatable Boat( RIB).

“Upaya penyisiran dilakukan di sekitar TKP dengan mengunakan RIB. Alhasil korban berhasil ditemukan di sekitar TKP dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Setelah dilakukan proses evakuasi, korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai. (avi/ida)