Banyak Pohon di Depan Ruko Mati: Hendi: Sengaja Disiram Olie

955
PEDULI LINGKUNGAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis menanam bibit pohon di Makodan Lanal AL Semarang, Sabtu (7/12). (Humas Pemkot Semarang)
PEDULI LINGKUNGAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara simbolis menanam bibit pohon di Makodan Lanal AL Semarang, Sabtu (7/12). (Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upayakan Kota Semarang lebih adem, tidak kurang dari 58.000 bibit pohon ditanam dalam Aksi Penanaman Pohon Serentak di 16 kecamatan di Kota Semarang, Sabtu (7/12) kemarin. Aksi ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Forkompimda dan organisasi kemasyarakatan serta pegiat penghijauan di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap, penanaman serentak di 16 kecamatan ini tidak sekadar seremonial. Tapi harus dimonitoring dan dirawat agar berkembang dengan baik. Sehingga Kota Semarang lebih teduh.

“Tapi ini memerlukan upaya bergerak bersama, tidak hanya seremoni saja. Jangan sampai nanam, sesudah itu selesai. Mari kita bertanggung jawab mengajak teman-teman yang lain. Kita menanam. Kita tengok dan rawat, jangan sampai tanaman ini mati,” ajak Hendi, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi dengan tegas menginstruksikan kepada jajaran dan masyarakat agar mengurangi menebang pohon. Dirinya mengamati pohon yang berada di pinggir jalan banyak yang hilang. Pemkot Semarang jelas-jelas akan menolak yang mengajukan izin menebang pohon. Masalahnya, pihak-pihak yang nakal membunuh pohon tersebut.

“Pembangunan rumah atau ruko di pinggir jalan raya, biasanya pohon di depannya hilang. Kalau izin dengan saya, tidak kita izinkan. Kemudian pohon di depannya tiba-tiba layu, karena biasanya disiram oli atau bahan kimia sehingga pohon itu akhirnya mati,” tegas Hendi.

Permasalahannya, bukan boleh atau tidak boleh menebang pohon. Tetapi dirinya mengingatkan komitmen segenap warga Semarang. Kalau memang tidak menginginkan Kota Semarang panas, segenap warga harus merawat kota ini dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menambahkan bahwa total ada 58.000 bibit pohon yang ditanam di lokasi-lokasi median/pinggir jalan baik jalan protokol, jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota. Kemudian di mata air, sempedan sungai, dan lahan kritis. Empat lokasi yang menjadi titik-titik penanaman pohon dipilih karena di lokasi tersebut pohon sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

“Pohon tersebut bermanfaat untuk mengurangi polusi di jalan, mencegah erosi di sempadan sungai, mencegah longsor di lahan kritis serta perlindungan dan pelestarian mata air,” jelasnya. (zal/ida)