Kenalkan Jati Diri dan Budaya Sendiri

141
NGURI-URI BUDAYA: Beberapa peserta kirab berebut sisa-sisa gunungan. (Dokumen Pribadi)
NGURI-URI BUDAYA: Beberapa peserta kirab berebut sisa-sisa gunungan. (Dokumen Pribadi)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG Ratusan mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berebut gunungan sayur dan buah. Hal tersebut mewarnai rangkaian acara Gebyar Jawa 2019 bertajuk Mulih Kamulane yang digelar di Kampung Budaya Unnes Kamis (5/12).

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes, Zulfa Za Vulkhaq menuturkan, gunungan itu menjadi simbol cita-cita dan harapan mahasiswa. Sebelum direbutkan, gunungan diarak keliling kampus dan keluar ke kampung Sekaran dan Banaran.

“Kirab dan arak-arakan gunungan itu melambangkan  sengkuyungan dan gotong royong menjunjung cita-cita,” katanya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang Nanang Rendi Ahmad.

Ia mengatakan, animo mahasiswa berebut gunungan sangat tinggi. Menurutnya, itu merupakan sinyal positif yang membuktikan kesadaran berkebudayaan di diri mahasiswa masih ada.“Kami berharap cita-cita dan harapan mahasiswa dan jurusan dapat diraih bersama dengan gotong royong,” ujarnya.

Acara  juga dimeriahkan dengan kirab budaya mengenakan pakaian adat tradisonal Jawa. Menurutnya, hal tersebut disesuaikan dengan tema acara yakni Mulih Kamulane yang berarti kembali kepada jati diri. “Tujuannya agar membuat mahasiswa yang didominasi generasi milenial itu mengenal jati diri dan budayanya,” ujar Zulfa.

Sementara itu, ketua panitia Gebyar Jawa 2019 Fairuz Daffa menambahkan bahwa tema tersebut sengaja diambil karena belakangan generasi milenial kian tergerus budaya luar. “Acara ini sekaligus menjadi wujud rasa syukur jurusan atas Hari Jadi jurusan Bahasa dan Sastra Jawa ke-10,” katanya

Daffa menuturkan, panitia juga membawa misi mengguyubkan mahasiswa. Dengan diadakannya kirab budaya, mahasiswa akan berkumpul dalam satu tempat dan acara. (nra/zal)