BPBD Pasang CCTV di DAS Bringin

281
DAERAH RAWAN : Kasi Rehabilitasi BPBD Kota Semarang, Soim, menjelaskan tempat dan daerah yang rawan longsor di kantornya, Kamis (6/12). (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DAERAH RAWAN : Kasi Rehabilitasi BPBD Kota Semarang, Soim, menjelaskan tempat dan daerah yang rawan longsor di kantornya, Kamis (6/12). (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mempetakan enam kelurahan di empat kecamatan di Kota Semarang yang rawan longsor. Adalah Kecamatan Banyumanik, Gajahmungkur, Semarang Barat, dan Kecamatan Gunungpati.

Menurut Kasi Rehabilitasi BPBD Kota Semarang, Soim, daerah rawan longsor itu dengan kemiringan lebih dari 20 persen. Di antaranya, Meteseh, Tembalang, Lempongsari, Tinjomoyo, Kembangarum, dan Pudakpayung.

“Pada musim kemarau yang panjang ini, diprediksi tanah-tanah ada lekaan yang cukup signifikan. Harapannya tidak terjadi, tetapi perlu dipersiapkan sedini mungkin agar masyarakat aman,” tambahnya.

Dalam meminimalisir bencana, jelasnya, BPBD Kota Semarang telah memasang kamera. Pada 2018 terdapat dua titik, yakni di Pengkol dan Karangroto. Pada 2019, dipasang tiga kamera yakni di DAS Bringin karena potensi di tempat tersebut sering terjadi banjir bandang. Kameranya dipasang di tiga titik yakni di Hulu, Tengah dan Hilir. “Dengan begitu, bencana tanah longsor dan bencana lainnya dapat diminimalisasi,” paparnya.

Selain itu, imbuhnya, dilakukan penanaman pohon, baik Trembesi, Sengon, maupun pohon lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti pohon buah Mangga, Jambu, Pohon Ace, Durian dan Kelengkeng. (hid/ida)