Bentengi Radikalisme, Pancasila Masuk Kurikulum

104
TANGKAL RADIKALISME: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng saat menjadi narasumber dalam diskusi di Undip kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGKAL RADIKALISME: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng saat menjadi narasumber dalam diskusi di Undip kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menangkal radikalisme harus dilakukan secara sistematis. Termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu cara upayanya memasukkan ideologi Pancasila dalam kurikulum sekolah. Saat ini tengah digodok oleh DPR dan Kementerian Pendidikan.

“Kita diskusi terus sama Pak Menteri Pendidikan. Terkait ideologi Pancasila di dalam sebuah kurikulum mulai dari PAUD,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng usai menjadi narasumber diskusi di Universitas Diponegoro (Undip) Jumat (6/12).

Sejauh ini memang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Pancasila tidak pernah dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Hal tersebut membuat faham radikalisme masuk ke ranah dunia pendidikan dengan mudah. Selain di UU Sisdiknas, Perpres tentang pendidikan tidak pernah memasukkan unsur Pancasila ke dalam kurikulum sekolah.

“Sekarang ini pak menteri sudah berjanji, bahwa kurikulum yang paling penting di dalam proses pembelajaran adalah pembangunan karakter Pancasila,” tuturnya.

Setelah jadi, guru terlebih dahulu akan dididik menjadi penggerak program tersebut.

Menurutnya, memasukkan ideologi Pancasila ke dalam kurikulum tidak bisa dilakukan secara instan. Pertama yaitu harus merevisi UU Sisdiknas. Kemudian baru memasukkan Pancasila ke dalam kurikulum. PAUD dipilih menjadi awal untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Menurutnya, PAUD merupakan jenjang meletakkan fondasi dasar sebuah pemikiran. “Di sini PAUD masih belajar begitu-begitu saja,” katanya.

Sehingga diharapkan nantinya PAUD di dalam pembelajarannya sudah berbicara tentang nasonalisme. “Kita peduli soal itu. PAUD itu bukan belajar bermain namun PAUD merupakan langkah untuk meletakkan pondasi dasar dari anak didik. Sehingga tidak mudah dimasukki faham radikalis,” tuturnya. (ewb/zal)