Pemkot Sediakan Sepeda Listrik di Kota Lama

185
RAMAH LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba motor roda tiga bertenaga listrik produksi PT Volta Indonesia Semesta. (bawah) Penyerahan lima sepeda listrik bagi para pengunjung kawasan Kota Lama Semarang.( ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAH LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba motor roda tiga bertenaga listrik produksi PT Volta Indonesia Semesta. (bawah) Penyerahan lima sepeda listrik bagi para pengunjung kawasan Kota Lama Semarang.( ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemkot Semarang menyediakan sepeda listrik bagi para pengunjung kawasan Kota Lama. Lima sepeda listrik tersebut merupakan hibah dari PT Volta Indonesia Semesta kepada Pemkot Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kepedulian dari PT Volta Indonesia untuk ikut memopulerkan Kota Lama Semarang melalui penyediaan sarana transportasi yang ramah lingkungan. “Nantinya bisa dipakai muter-muter dik awasan Kota Lama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Hendi –sapaan akrabnya–, selama ini bahan bakar kendaraan yang berasal dari fosil seperti minyak memiliki dampak terhadap lingkungan. Seperti munculnya polusi udara. Padahal Kota Lama sebagai salah satu destinasi wisata unggulan harus bebas dari polusi udara. Sehingga pengunjung bisa lebih nyaman.  Kehadiran sepeda listrik ini merupakan langkah awal dari Pemkot Semarang untuk mewujudkan hal tersebut. “Ini lompatan besar di Kota Semarang untuk mengajak warga hidup lebih sehat dan bersih,” tuturnya.

Hendi juga mengatakan, setelah revitalisasi Kota Lama selesai, akan segera dilanjutkan kembali ke wilayah cagar budaya yang lain. Yakni, revitalisasi kawasan Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab.

“Tetapi ini perlu dirawat. Karena sekarang saja pavingnya sudah bergelombang karena dipakai kendaraan yang tidak sesuai,” ujarnya.

Sepeda listrik yang juga bermerek Volta ini sudah bisa langsung dioperasikan lusa. “Ini setelah di-charger baterainya, besok bisa dan boleh langsung digunakan pengunjung Kota Lama,” katanya.

Wali kota sempat memberikan masukan supaya ke depan motor listrik ini dilengkapi dengan suara. “Supaya tahu jika ada kendaraan lewat,” ujar Hendi,.

CEO PT Volta Indonesia Semesta Willty Awan mengatakan, jika isu polusi udara akibat penggunaan bahan bakar berasal dari fosil memang mengkhawatirkan. “Karenanya kita menciptakan sepeda listrik ini,” ujar Willty.

Selain sepeda listrik, perusahaan miliknya juga memproduksi sepeda motor listrik. Namun belum dijual bebas di Indonesia. “Kita juga mencoba untuk mengedukasi ke masyarakat, sehingga penggunaan kendaraan listrik ini dapat bermanfaat,” katanya.

Dikatakan, Kota Lama sebagai ikon wisata Kota Semarang sangat pas jika disediakan sepeda listrik. “Ini juga bentuk edukasi ke masyarakat, karena pengunjung Kota Lama terus meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, jika ke depan warga sudah menggunakan transportasi berbahan bakar listrik,  akan menjadikan Kota Semarang lebih ramah lingkungan. “Volta Indonesia yang lokasi perusahaannya di Kota Semarang juga ingin ikut membangun kota dengan transportasi yang ramah lingkungan,” katanya. (ewb/aro)