Security Rumah Sakit Edarkan Narkoba

551
Security Rumah Sakit Edarkan Narkoba.
Security Rumah Sakit Edarkan Narkoba.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Laksana Adhi Muara alias Kentir, 26, warga Jalan Cipta Karya Karang Kidul Semarang Tengah ditangkap petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang. Pria yang bekerja sebagai security salah satu rumah sakit di Kota Semarang ini terlibat kasus peredaran narkotika jenis sabu.

Penangkapan ini setelah anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang mendapat informasi dari masyarakat. Hasil penyelidikan yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Yudi Arto Wiyono berhasil menangkap pelaku usai bertransaksi di depan tempat praktik umum pengobatan, daerah Jalan Pekunden Dalam Semarang Tengah, Jumat (22/11) sekitar pukul 16.30.

“Saat dilakukan interogasi dan penggeledahan ditemukan sebuah handphone, yang terdapat komunikasi transaksi narkotika dengan seseorang yang masih kami dalami untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya di Mapolrestabes Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Setelah didesak, tersangka Kentir mengakui masih menyimpan narkotika di di rumahnya. Mendapat keterangan tersebut, petugas langsung bergegas menuju rumah tinggal tersangka Kentir dan melakukan penggeledahan. Akhirnya petugas berhasil menemukan satu buah tas warna hitam yang disimpan di atas tumpukan baju di dalam kamar tidurnya.

“Barang bukti yang berhasil ditemukan di dalam tas berisi satu plastik klip berisi sabu 42 gram. Lima plastik klip kecil berisi sabu 5 gram. Selain itu, ada timbangan digital. Narkotika tersebut siap diedarkan,” bebernya.

Selanjutnya tersangka digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari pengakuannya, narkotika tersebut merupakan milik seseorang bernama Dian yang saat ini masih dalam penyelidikan dan pengejaran.

“Pelaku berinisial D, sementara ini masih kami dalami, masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Jadi tersangka K, ini berperan sebagai kurir yang bertugas mengambil sabu, kemudian membagi sabu di dalam paket-paket kecil. Setelah itu diedarkan atas perintah D. Diletakkan di suatu tempat, modusnya seperti itu,” katanya.

Sementara, tersangka Kentir mengakui telah berulang kali melakukan transaksi setelah mendapat perintah dari Dian. Ia juga mengaku mendapat imbalan yang dirasa sangat menggiurkan yang mencapai jutaan rupiah.

“Dapat imbalan Rp 2,5 juta per 2 ons sama memakai. Biasanya saya taruh di pot sesuai perintah dia (Dian, red), setelah itu saya tinggal. Kerja saya sebagai security,” katanya.

Sampai saat ini tersangka masih mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (mha/ida)