Rektor Udinus Kagumi Strategi Jawa Pos

467
SILATURAHMI: Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom dan Wakil Rektor IV Dr Pulung Nurtantio Andono MKom berfoto bersama rombongan Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto.(RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom dan Wakil Rektor IV Dr Pulung Nurtantio Andono MKom berfoto bersama rombongan Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto.(RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang selalu menekankan pentingnya wirausaha kepada para mahasiswanya. Bahkan Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom turun langsung memberikan motivasi dan kuliah kewirausahaan pada mahasiswa. Kisah sukses Jawa Pos selalu dijadikan materi yang diceritakan.

“Pak Dahlan (Dahlan Iskan, Red) salah satu orang yang saya kagumi. Maka kami jadikan materi pelajaran. Di mana koran lokal di Surabaya menjadi koran nasional dengan strateginya  meluncurkan Radar-Radar,” tutur Edi saat menerima kunjungan jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Selasa (3/12).

Menurutnya, kisah Jawa Pos ini sangat menginspirasi. Bila biasanya sebuah koran nasional turun ke daerah-daerah, beda dengan yang dilakukan Jawa Pos. Dari koran lokal yang tadinya hanya ada di Surabaya, tapi akhirnya bisa menjadi koran nasional dan membangun jaringan di seluruh Indonesia. “Dalam waktu singkat setelah ada Radar-Radar, jaringan koran Jawa Pos jadi banyak, ini yang mengagumkan,” tambahnya.

Kepada mahasiswa Udinus, Edi selalu menekankan pentingnya belajar wirausaha. Semua mahasiswa Udinus sebelum lulus wajib menempuh mata kuliah wirausaha yang memiliki bobot 6 SKS.

Baginya, tidak ada yang salah dengan menjadi karyawan. Tapi di masa sekarang, untuk menjadi karyawan juga susah. Misalnya ketika ada lowongan pekerjaan untuk 10 posisi, pelamarnya bisa mencapai ribuan orang. Sehingga banyak yang tidak diterima. Dengan memiliki pengetahuan tentang wirausaha, setelah lulus mahasiswa Udinus tidak harus jadi karyawan, tapi malah bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.

“Kita paksa mahasiswa untuk berwirausaha. Hasilnya banyak alumni yang sukses menjadi wirausahawan. Bahkan ada alumni yang sekarang omzetnya bisa mencapai Rp 27 miliar pertahun,” jelas Edi yang setiap tahun memberangkatkan karyawannya untuk menunaikan ibadah umrah.

Wakil Rektor IV Dr Pulung Nurtantio Andono MKom menambahkan, di Udinus ada ekstrakurikuler e-Sport. Ini menjadikan Udinus sebagai satu-satunya kampus yang secara resmi mengakomodasi mahasiswa yang memiliki hobi main game. “Jadi mahasiswa bisa berlatih jadi atlet e-Sport dengan bermain Mobile Legends atau game lainnya secara resmi. Bahkan kami juga sudah bekerja sama dengan Asosiasi Esports Indonesia (IeSPA) yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga.”

General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar mengatakan, banyak pelajaran yang diterima dari pertemuan dengan Edi dan jajarannya kemarin. Terutama cerita-cerita bagaimana sebuah usaha kursus komputer bisa berkembang sedemikian pesat menjadi sebuah universitas besar yang berada di jantung Kota Semarang. Apalagi mahasiswa Udinus tidak hanya berasal dari Semarang dan Jawa Tengah saja, tapi tersebar dari Aceh hingga Papua. “Kami ke sini mau belajar pada Prof Edi tentang bagaimana mengelola perusahaan atau kampus. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan,” tutur Iskadar. (ton/aro)