PSIS vs PSM : Tren Positif vs Tren Negatif

234
FINKY PASAMBA. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARAN)
FINKY PASAMBA. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARAN)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – PSIS Semarang akan menjamu PSM Makassar pada lanjutan Liga 1 pekan ke-29. Meskipun dalam tren positif setelah meraih empat kemenangan dalam lima laga terakhir, anak asuh Bambang Nurdiansyah tidak boleh lengah. Pasalnya, tim Ayam Jantan dari Timur ini tengah mengusung target mengakhiri puasa kemenangan setelah tujuh laga tandang pada putaran kedua tidak pernah sekalipun meraih poin penuh. Alhasil, laga yang akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (27/11) hari ini pukul 18.30 diprediksi berjalan alot dan penuh dengan tekanan.

Menghadapi anak asuh Darije Kalezic, Banur –sapaan Bambang Nurdiansyah–masih akan mempertahankan formasi andalan 4-2-3-1. Tidak ada perubahan signifikan dalam susunan pemain. Jandia Eka masih dipercaya mengawal mistar Mahesa Jenar. Ia akan mendapat perlindungan dari barisan pertahanan Fredyan Wahyu, Safruddin Tahar, Frendi Saputra dan dikomandoi sang Kapten Wallace Costa.

Heru Setiawan yang cidera akan digantikan Tegar Infantrie akan berduet dengan Fingky Pasamba memotong arus bola lawan sebagai gelandang bertahan. Pada posisi gelandang serang, PSIS akan kembali diperkuat kuartet andalannya. Hari Nur akan kembali bermain bersama dengan Septian David dan Bruno Silva setelah pada laga melawan Tira Persikabo terpaksa absen. Mereka bertiga akan menyuplai bola untuk striker tunggal, Claudir Marini.

Sementara itu pihak lawan akan menggunakan formasi 4-3-2-1 untuk menghadapi tuan rumah. Aaron Evans, Taufik Hidayat, Hasyim Kipuw dan Benny Wahyudi akan merapatkan barisan pertahan untuk menjaga gawang Rivky Mokadompit tetap aman menahan gempuran Wallace Costa dkk. Sedangkan Rizky Pellu, Marc Klok dan Rasyid Bakri pada posisi gelandang bertahan akan menjaga ritme permainan Ayam Jantan dari Timur agar Rizky Eka dan Ezra Walian dapat fokus mengatur serangan dan mengalirkan bola ke striker tunggal Amido Balde. Untuk predikat kapten yang disandang  Wiljan Pluim sementara akan beralih ke tangan Rizky Pellu mengingat pemain asal Belanda tersebut harus absen hingga akhir musim akibat cidera engkel yang dideritanya.

Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengaku mewaspadai kebangkitan PSM Makassar. Pasalnya, bukan tidak mungkin, anak Rizky Pellu dkk akan menjadikan laga melawan timnya sebagai titik balik untuk mengakhiri puasa kemenangan tandang mereka. Meskipun begitu, pihaknya mengaku tidak gentar dan menargetkan tiga poin penuh. Apalagi timnya bermain di kandang dan mendapat dukungan penuh dari para suporter.

“PSM tim yang bagus. Meskipun tidak diperkuat sang kapten Wiljan Pluim, mereka tetap menjadi tim kuat. Kita sudah siapkan startegi khusus melawan mereka. Semoga saja laga besok (hari ini), PSM tidak menjadikan laga melawan kita sebagai momen kebangkitan,” ujarnya.

Meski tidak diperkuat Jonathan Cantillana dan Heru Setiawan, Banur mengaku bersyukur karena Septian David dan Bruno Silva sudah kembali ke tim. Apalagi ditambah Komarudin dan Bayu Nugroho sedang dalam performa terbaik. Sehingga meskipun dibayangi kelelahan, anak asuhnya mendapat suntikan tenaga agar dapat melanjutkan tren postif dan meraih tiga poin di kandang.

“Saya sudah koordinasi dengan pelatih fisik untuk mengembalikan kebugaran pemain. Semoga saja mereka besok bisa siap bermain, dan meraih tiga poin untuk semakin memantapkan posisi menghindari zona tidak nyaman,” harapnya.

Asisten Pelatih PSM Makassar Imran Amirullah menuturkan, timnya tidak akan diperkuat delapan pemain saat melawan PSIS Semarang. Meskipun begitu, timnya sudah siap mental menghadapi anak asuh Bambang Nurdiansyah. Ia hanya menargetkan raih poin saja. Mengingat Mahesa Jenar sedang dalam tren positif dalam beberapa laga terakhir.

“PSIS sedang dalam tren positif. Mereka bermain baik. Namun kita tidak takut. Bagaimanapun kami akan berusaha mencuri poin meskipun kami harus kerja keras,” ujarnya.

Terkait dengan absennya pemain kunci Wiljan Pluim, pihaknya mengaku tidak masalah. Pasalnya, timnya tidak hanya one men show semata. Namun bermain kolektif. Sehingga semua pemain bisa dimanfaatkan. “Tidak masalah. Ada atau tidak sang kapten kami bisa bermain maksimal,” katanya optimistis. (akm/aro)