Resmikan SMI, Hendi: Musik Juga Penting, Selain Matematika

199
(JOHN WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(JOHN WAHID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian serius pada bidang pendidikan dan kesehatan. Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) di kedua sektor ini cukup besar. Apalagi mulai tahun depan, Pemkot Semarang secara bertahap akan melaksanakan program pendidikan gratis di sekolah swasta.

“Sebelumnya masalah pendidikan TK, SD dan SMP negeri sudah gratis tetapi pada tahun depan akan mulai diluncurkan 10 TK, 10 SD dan SMP swasta gratis sehingga pada empat sampai lima tahun ke depan semua sekolah swasta ini bisa dimasuki oleh anak-anak secara gratis,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meresmikan Sekolah Musik Indonesia (SMI) di Puri Anjasmoro, Minggu (17/11) lalu.

Menurut Hendi, pendidikan yang baik tidak melulu ditujukan pada pelajaran matematika atau ilmu eksakta lainnya. Mata pelajaran lain juga penting. Salah satunya bidang musik.
Dijelaskannya, pendidikan matematika dan ilmu eksakta lainnya merangsang otak sebelah kiri. Sehingga manusia menjadi lebih kuat logikanya dan lebih realistis dalam berpikir. Sementara pendidikan seni, termasuk seni musik, akan merangsang kerja otak kanan. Anak yang akan tumbuh dengan memiliki sikap optimistis, inovatif dan kreatif. Anak yang berkembang otak kiri dan kanannya akan mempunyai rasa optimistis sekaligus mampu menghitung secara realistis.

“Dan sekolah ini mampu menambah kecerdasan anak-anak kota Semarang di dunia pendidikan,” imbuhnya.

Direktur PT SMI Fredi Ariyanto mengatakan, SMI merupakan sekolah musik berbasis teknologi. Di tempat ini siswa tidak hanya mengutamakan teori tetapi praktik dan juga kreativitas setiap individu yang akan dikembangkan dalam sebuah musik dan teknologi. (hid/ton)