Semarang Diklaim Unggul 9 Kategori Penilaian Kota Cerdas, Apa Saja?

153
HASIL KINERJA: Wakil rektor bidang riset novasi dan kemitraan, Bambang Riyanto Trilaksono menyerahkan plakat penghargaan indeks kota cerdas Indonesia kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di ITB Bandung kemarin. (Humas Pemkot Semarang)
HASIL KINERJA: Wakil rektor bidang riset novasi dan kemitraan, Bambang Riyanto Trilaksono menyerahkan plakat penghargaan indeks kota cerdas Indonesia kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di ITB Bandung kemarin. (Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kota Semarang kembali menjadi sorotan dalam ajang penghargaan bertaraf nasional Goesmart 2019. Kegiatan digelar di aula Barat Institut Tekhnologi Bandung (ITB) Senin (18/11). Kota Semarang menjadi kota besar yang berhasil unggul dalam semua kategori kota cerdas.

Total 9 kategori Kota Menuju Cerdas berhasil diborong Kota Semarang. Yaitu meliputi rating Ekonomi Cerdas, Sosial Cerdas, Lingkungan Cerdas, Kesehatan Cerdas, Keamanan dan Kebencanaan Cerdas, Pengembangan dan Pengelolaan Kota, Kesiapan Pemerintahan Digital, Kesiapan Integrasi, serta Rating Puncak Kota Menuju Cerdas.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Rektor ITB bidang riset, inovasi, dan kemitraan, Prof Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono, dan Asisten Deputi Telemátika dan Utilitas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ir Eddy Satriya. Mewakili masyarakat Kota Semarang, Wali Kota Hendrar Prihadi hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan kepada Kota Semarang atas keberhasilan penerapan teknologi informasi dalam berbagai sistem pembangunan. Kemudian mempermudah dan mempercepat alur kerja birokrasi pelayanan publik.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menegaskan jika pencapaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh elemen masyarakat. Hendi pun mengamini pentingnya penerapan teknologi informasi dalam berbagai bidang pelayanan dan pembangunan Kota Semarang. Untuk itu pada periode kepemimpinannya, Hendi menekankan salah satu fokus Pemkot Semarang adalah melakukan pemutakhiran sistem teknologi informasi dalam berbagai bidang.

Meski begitu, menurut Hendi, di sisi lain yang terpenting dalam pembangunan Semarang Smart City adalah semangat perbaikan diri. “Tolok ukur pembangunan kota cerdas tak hanya pada seberapa mutakhir tools yang digunakan, tapi seberapa maksimal SDM terkait berkomitmen untuk memanfaatkan toolsnya,” tandas Hendi.

Hendi meyakini jika penghargaan yang didapat dalam ajang Goesmart 2019 bisa sebagai penyemangat seluruh elemen masyarakat di Kota Semarang, untuk lebih berkomitmen membangun Semarang Smart City. “Sudah dapat penghargaan, kalau kemudian lalu ada yang tidak beres pasti malu. Sehingga apresiasi ini juga sebagai penyemangat untuk terus menjaga Kota Semarang dalam tren positif,” pungkasnya. (*/zal)