Banyak Dikeluhkan Warga

182
SERAP ASPIRASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan warga Dadapsari kemarin. (IST)
SERAP ASPIRASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan warga Dadapsari kemarin. (IST)

RADARSEMARANG.ID, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan pelebaran Jalan Gajah Raya merupakan prioritas pembangunan pada 2020 disamping pelebaran Jalan Sriwijaya. Melalui APBD Murni 2020, pembebasan lahan akan segera dilakukan. “Memang harus bertahap, karena di 2020 kita juga akan melebarkan Jalan Sriwijaya yang sudah mulai tahap eksekusi, karena pembebasan lahan sudah dilakukan,” kata Hendi, sapaan akrabnya, Minggu (17/11).

Diakuinya, dalam perjalanan, poses pelebaran Jalan Gajah Raya perlu proses yang cukup panjang. Sembari pembebasan lahan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T), dinas terkait yaitu DPU menyusun Detail Engineering Design (DED).

“Banyak keluhan warga yang masuk ke kita, baik itu melalui media sosial maupun yang lain jika di sana (Jalan Gajah Raya) merupakan titik rawan kemacetan,” ujarnya.

Selain persoalan macet, kata dia, jalan ini juga sering tergenang banjir. Karenanya, pelebaran dan pembangunan sistem drainase yang optimal diyakininya akan membuat kawasan Gajah, Pandean Lamper, dan Sambirejo akan terbebas banjir. Apalagi, Jalan Gajah Raya merupakan akses utama menuju destinasi wisata MAJT. Karenanya, pelebaran menjadi prioritas agar akses menuju objek wisata religi itu tidak ada kendala. “MAJT adalah salah satu destinasi andalan Kota Semarang, jadi harus mendapat prioritas penanganan meski tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus bertahap,” katanya.

Dikatakan, pembangunan sistem drainase untuk wilayah Semarang Timur sudah mulai dilakukan. Yakni, normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Kali Tenggang dan Kali Sringin adalah salah satu upaya membebaskan lahan di sekitar Jalan Gajah Raya terbebas dari banjir. (ewb/aro)